Take a fresh look at your lifestyle.

Pembelajaran Tatap Muka, Sekolah Wajib Membuat Surat Pernyataan

KBM Tatap Muka di Puluhan Sekolah Dihentikan

661

SLAWI- Dengan terus bertambahnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tegal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal menekankan kepada seluruh satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) agar benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Akhmad Was’ari mengatakan, rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal,  seluruh satuan pendidikan agar membuat surat pernyataan sanggup melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Pernyataan ini selain ditandatangani kepala sekolah, dan dilengkapi materai Rp 6.000, juga harus diketahui komite sekolah. Apabila dalam pelaksanaannya terjadi pelanggaran,  maka risikonya  pembelajaran tatap muka akan dihentikan.

“Setelah saya laporan ke  ke gugus tugas,  rekomnya bahwa satuan pendidikan untuk membuat surat pernyataan sanggup melaksanakan protokol kesehatan dengan baik dengan  diketahui komite, dan jika melanggar maka risikonya di off,”terang Akhmad Was’ari melalui pesan singkat, Senin (10/8).

Sementaraitu, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Winarto menyebutkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membolehkan satuan pendidikan di wilayah zona hijau dan zona kuning melaksanakan pembelajaran tatap muka  (PTM) dengan mengikuti protokol kesehatan.

“Data zonasi berdasarkan data Satuan Tugas Nasional Covid-19, yang mana sesuai dengan kondisi di daerah yang disampaikan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten/Kota ,”terang Winarto, Senin (10/8).

Disebutkan, sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka dengan  persetujuan dari Pemda/Kanwil/kepala sekolah/komite sekolah.

“Sudah ada sinyal dari Mendikbud bahwa sekolah di wilayah zona kuning bisa dibuka, tapi sekali lagi kebijakan diserahkan pada masing-masing daerah. Bisa saja di daerah zona kuning, tapi kepala daerah tidak berani membuka, ya sudah. Artinya kebijakan ada di Pemda,”terangnya.

Mengenai dilibatkannya komite sekolah, karena dalam PTM , satuan pendidikan melibatkan siswa.  Apabila orangtua khawatir anaknya tertular Covid-19, maka mereka dibolehkan mengikuti belajar dari rumah (BDR) dengan mendapatkan hal yang sama seperti PTM.

Sementara itu, untuk mencegah penularan Covid-19, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta satuan pendidikan tetap memantau perkembangan kasus di daerahnya. Apabila ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di suatu wilayah, maka akan ditindaklanjuti dengan penutupan/isolasi sekolah yang ada di wilayah tersebut.

Winarto mengatakan, selama pelaksanaan tatap muka di Kabupaten Tegal, sampai saat ini belum ditemukan penularan Covid-19 di sekolah.

Satu siswa SD di wilayah Kecamatan Pangkah, yang dinyatakan positif Covid-19 yang sempat mengikuti PTM di sekolah, diduga tertular dari kakeknya yang pasien positif Covid-19. Siswa yang  tidak mengeluh gejala klinis menjalani isolasi mandiri di kediaman orang tuanya di Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal

Dengan temuan pasien positif  Covid-19, KBM tatap muka di dua  Sekolah Dasar di wilayah tempat tinggal pasien tersebut dihentikan.

“Sesuai dengan aturan yang ada, apabila ada pasien positif Covid-19 di suatu wilayah (desa) maka pembelajaran tatap muka di sekolah yang ada di desa tersebut akan dihentikan, mulai TK, SD dan SMP. Apabila ada anak dari desa tersebut yang sekolah di luar wilayah desa tersebut, maka anak tersebut diharap tidak mengikuti pembelajaran tatap muka, dan sebagai gantinya mengikuti belajar dari rumah (BDR).

Winarto mengatakan, sejak 13 Juli sampai dengan 11 Agustus 2020, tercatat ada puluhan sekolah dari tingkat TK, SD dan SMP yang berhenti mengadakan pembelajaran tat ap muka, dikarenakan ada kasus positif Covid-19 di wilayahnya. Puluhan sekolah itu, tersebar ada di 25 desa yang ada di sepuluh kecamatan Kabupaten Tegal.

Diantaranya dua SD negeri di Desa Gembongkulon, Kecamatan Talang, dua SD negeri di Desa Banjarturi, Kecamatan Warureja, serta empat SD negeri dan satu SMP negeri di Desa Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari. (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA