Take a fresh look at your lifestyle.

Pembayaran Retribusi Masuk DTW Guci Secara Non Tunai Diberlakukan

93

SLAWI – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo secara virtual meluncurkan pembayaran retribusi masuk daya tarik wisata Guci , Kabupaten Tegal, secara non tunai dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standart atau QRIS. Peluncuran dilakukan di pintu masuk DTW Guci, Senin (15/3).

Elektronifikasi pembayaran retribusi masuk kawasan Guci ini didukung oleh Bank Indonesia dan Bank Jateng Cabang Slawi sebagai penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP).

Dalam peluncuran tersebut, secara virtual Ganjar langsung mencoba melakukan transaksi pembayaran retribusi non tunai itu dengan menggunakan gawainya. Ganjar memesan tiket masuk untuk lima orang dengan menggunakan dua mobil. Pemesanan tiket langsung dilayani Bupati Tegal Umi Azizah, yang siang itu didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal , M Taufik Amrozy dan Pemimpin Bank Jateng Cabang Slawi Fachrudin Arif. “Untuk lima orang jadi totalnya Rp 51.000 ya pak,”kata Umi sambil menunjukkan struk pembayaran tiket.

Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan, dengan mengkonversi layanan pembayaran tunai menjadi non tunai atau cashless ini, akan meningkatkan pendapatan asli daerah dengan menekan kebocoran penerimaan retribusi dan mencegah terjadinya praktik tidak terpuji yang dapat terjadi dimana saja.Pembayaran non tunai memakai QRIS, kata Umi, nantinya ini akan diterapkan di seluruh objek destinasi wisata dan juga yang lainnya.

Kepada jajaran Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar), Umi meminta agar fungsi monitoring, evaluasi dan pengawasannya lebih ditingkatkan, karena ini menyangkut kondite layanan, menyangkut kinerja pemerintah dalam memberikan kemudahan ke masyarakat lewat pembayaran nontunai.

“Jangan sampai kemudian semangat kemudahan yang kita tawarkan ini justru mempersulit dan bahkan menjadi kendala tersendiri yang justru akan merugikan image, merugikan citra kepariwisataan kita hanya karena soal sepele seperti jaringan internet yang lelet, alat MPoS yang tidak kompatibel, slow response ataupun rusak,”tegas Umi.

Selain melayani pembayaran retribusi secara non tunai, pembayaran dengan uang tunai tetap dilayani, dimana petugas tiket akan menginput tagihan ke dalam alat MPoS dan mencetak struk yang keluar dari alat tersebut secara langsung sebagai bukti pembayaran yang sah.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengapresiasi Bank Indonesia yang mempunyai QRIS. Menurut Ganjar, pembayaran secara non tunai sangat baik dilakukan di masa pandemi karena tidak bersentuhan. Selain itu, seluruh data yang masuk di dalam area wisata Guci , dapat dimanfaatkan Dinas Porapar dan pengelolanya untuk menganalis profil wisatawan.Ganjar juga berpesan agar pengelola menjaga lingkungan, kebersihan tempat wisata. “Tolong sampahnya dijaga, maka kita akan mendapatkan suasana tempat wisata yang indah ,alami dan berkelanjutan terus menerus,”sebutnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, M Taufik Amrozy mengatakan, dengan adanya QRIS, semua pembayaran QR dapat dilakukan dari aplikasi apa saja hanya dengan satu kode QR. Taufik menyebutkan, Bank Indonesia terus mendorong tumbuhnya pembayaran non tunai.

Menurutnya, berdasarkan data posisi 31 Desember 2020, jumlah merchant QRIS di Indonesia mencapai 5,78 juta merchant dan pada tahun 2021 ditargetkan mencapai 12 juta merchant dari yang besar hingga mikro. Sementara itu, jumlah merchant QRIS di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan mencapai 62.527 merchant.

“Jika dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2019 yaitu sebanyak 23.360 merchant, jumlah merchant QRIS di Eks Karesidenan Pekalongan meningkat hingga 267,6%. Pada 2021 ditargetkan tambahan 100 ribu merchant QRIS,”terang Taufik .

Ditambahkan olehnya, di dalam Kawasan Wisata Guci, saat ini pelaku usaha yang telah menerima pembayaran dengan QRIS baru sekitar 10% dari total potensi 600 merchant / usaha. “Kami terus mendorong dan berkoordinasi dengan PJSP Bank Jateng untuk mendaftarkan toko, UMKM, Hotel, dan pelaku usaha di Guci agar menggunakan QRIS. Dengan demikian, akan terbentuk lingkungan cashlesssociety di Kawasan Wisata Guci,” sebutnya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Pribadi  Santoso menyampaikan bahwa QRIS menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang dapat diaplikasikan di semua sektor perekonomian, termasuk sector pariwisata, yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah, dan aman.

BERITA LAINNYA