Take a fresh look at your lifestyle.

Pembangunan Infrastruktur KIT Batang Dianggarkan Rp 1 Triliun

73

BATANG- Untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, pemerintah pusat menggelontorkan anggaran sebanyak Rp 1 triliun.

Hal tersebut disampaikan Bupati Wihaji saat peletakan batu pertama pembangunan kampus Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Batang Undip di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar.

” Agustus hingga Desember 2020 mulai pembangunan infrastruktur KIT Batang dengan nilai anggaran  Rp 1 triliun untuk exit tol dan infrastruktur di kawasan industri,” kata Wihaji.

Wihaji menjelaskan, di Januari 2021 sudah mulai dibangun gedung perusahaan yang berinvestasi dari penanam modal asing seperti dari Korea Selatan, Tiongkok, Taiwan dan perusahaan Amerika yang relokasi dari Tiongkok ke Batang.

” KIT Batang punya potensi yang luar biasa. Karena itu, harapan saya ada support dari sumber daya manusia yang luar biasa untuk mendukung tenaga ahli di perusahaan yang berada di KIT Batang,” kata Wihaji.

Dirinya juga berharap, berdirinya kampus Undip di Batang menjadi pendukung untuk mencetak tenaga ahli yang bekerja di KIT Batang. Selain prodi Kehumasan dan perpajakan, PSDKU Undip Batang diharapkan menambah prodi atau semacam vokasi yang mendukung tenaga kerja yang mempunyai
keahlian di perusahaan 4.0.

” PSDKU Undip Batang saya minta menjadi pendukung yang mencetak tenaga ahli 4.0 di KIT Batang,” pinta Wihaji.

Sementara itu, Rektor UNDIP Prof Dr Yos Johan Utama, SH, MHum mengatakan, PSDKU Undip Batang dengan KIT Batang sangat cocok dengan prodi perpajakan dan kehumasan.

” Kalau perusahaan besar pasti butuh orang yang mengurusi pajak. perusahaan juga butuh humas yang bisa berhubungan dengan dunia international,” katanya.

Ia juga merencanakan pengembangan kampus PSDKU untuk peningkatan kualitas untuk mendukung Pemkab Batang mencetak tenaga ahli di KIT Batang.

” Kalau persusahaan besar pasti butuh orang yang mengurusi pajak. perusahaan juga butuh humas yang bisa berhubungan dengan dunia international,” kata Yos Johan Utama. (Trisno Suhito-red17)

BERITA LAINNYA