Take a fresh look at your lifestyle.

Pembahasan Persoalan Reforma Agraria Berlangsung Alot

196

TEGAL – Rapat pembahasan persoalan reforma agraria melalui penataan dan pemanfaatan aset daerah yang akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024, berlangsung alot, Selasa (6/8). Sebab antara DPRD dan Pemkot Tegal saling kukuh dalam pendapatnya masing-masing.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Edy Suripno dan dihadiri anggota dewan, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi serta serta para kepala dinas.

Dalam kesempatan itu, DPRD dan Pemkot sempat berbeda konsepsi dalam menarasikan penataan dan pemanfaatan aset daerah. Terutama, dalam pemaknaan objek reforma agraria dan penentuan prosentase penyelesaian pengajuan sertifikat tanah masyarakat sebagai salah satu indikator dalam RPJMD. Namun setelah DPRD memberikan penjelasan secara argumentatif, tercapailah titik temu.

Menurut Ketua DPRD, Edy Suripno, Pemkot yang semula berpegangan pada legalisasi aset semata, akhirnya menyepakati reforma agraria mencakup redistribusi tanah.

Sesuai data DPRD, ada sebanyak 2.364 bidang tanah masyarakat Kota Tegal yang perlu diproses pensertifikatannya. Oleh karena itu, akan diselesaikan secara bertahap selama lima tahun dengan asumsi dapat terselesaikan 50 persen, atau 1.150 bidang tanah. “Apabila bisa selesai lebih dari jumlah sangat baik,” katanya.

Dia mengemukakan, untuk pelaksanaan reforma agraria dibentuk Tim Gugus Tugas yang diketuai Kepala Daerah, dengan harapan DPRD ada di dalamnya. “Kami berharap, pemerintahan yang akan datang melalui RPJMD ini dapat mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata, melalui kebijakan reforma agraria maupun peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya. (Wawan Hoed/Red01)

BERITA LAINNYA