Take a fresh look at your lifestyle.

Pemalang Surplus Beras 88 Ribu Ton

87

PEMALANG – Kabupaten Pemalang dinyatakan surplus beras sebanyak 88 ribu ton pada tahun 2020. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi saat berkunjung ke Pemalang mengatakan surplus tersebut berdasarkan perhitungan produktifitas beras dan konsumsi oleh penduduknya.

Suwandi menjelaskan Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu sentra produksi beras nasional dan salah satu penyangganya adalah Kabupaten Pemalang. Karena itu produksi, kualitas dan nilai tambah untuk mendongkrak kesejahteraan petani perlu terus ditingkatkan.

“Sementara untuk Kabupaten Pemalang luas panen padinya tahun 2020 ini mencapai 74.134 hektar dengan provitas 5,51 ton/hektar diperoleh produksinya 408.096 gabah kering giling atau setara 234.125 ton beras,”kata Suwandi. Dengan proyeksi jumlah penduduknya 1.302.813 jiwa dan estimasi konsumsi beras 145.368 ton beras, maka surplus 88.757 ton.

Adapun harga beras saat ini di Kabupaten Pemalang mencapai Rp 9000/kilogram. Oleh karena itu dia menekankan untuk meningkatkan produksi dan terus menggairahkan petani. Kementerian Pertanian menurut dia memberikan perhatian penuh terhadap petani dan budidaya padi.

Kementerian Pertanian lanjut dia memberi perhatian dengan menyalurkan bantuan berupa bibit unggul, pupuk berkualitas, mekanisasi pertanian modern yang mempercepat olah tanah, tanam dan panen. Kemudian bantuan asuransi pertanian dan pendampingan yang masif serta fasilitas permodalan melalui kredit usaha rakyat (KUR).

“Arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kami terjun ke lapangan tidak hanya sekadar memonitor tapi memastikan langsung dan cepat mengambil langkah nyata jika terdapat lahan yang belum melakukan pengolahan dan penanaman,”ujarnya.

Suwandi hadir di Pemalang mendampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rangka panen raya di Desa Petanjungan, Kecamatan Petarukan, baru-baru ini. Menteri Pertanian yang juga sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim, dalam kunjungan itu menyampaikan pesan untuk terus mendorong pengembangan pertanian integrasi padi-ikan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

“Pertanian khususnya di Jawa Tengah dan Pemalang tidak asing buat saya, pertanian telah berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional dan menyumbang pada kehidupan dari dulu sampai sekarang, kemudian saat ini di era pandemi korona, sektor yang meningkat pertumbuhannya hanya pertanian,”ujarnya.(*)

BERITA LAINNYA