Take a fresh look at your lifestyle.

Peluang dan Tantangan Pendidikan Vokasi di Masa Pandemi

51

TEGAL, smpantura.com – Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal, menggelar webinar nasional dengan mengusung tema ‘Peluang dan Tantangan Pendidikan Vokasi di Masa Pandemi Covid-19’ melalui aplikasi Zoom meeting, Jumat kemarin.

Direktur Politeknik Harapan Bersama, Nizar Suhendra menuturkan, suatu bangsa dengan pemenuhan kebutuhan sendiri secara lebih lengkap akan membuat kesejahteraan yang lebih tinggi.

Kehadiran sekolah dan pendidikan vokasi dapat melahirkan tenaga-tenaga ahli yang bisa menciptakan seluruh kebutuhan anak bangsa di dalam negeri sendiri.

“Tujuannya agar seluruh rakyat Indonesia bisa menikmati hal-hal terbaik dengan harga yang lebih terjangkau dan dengan harga yang lebih murah,” kata Nizar.

Sementara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Jawa Tengah, Dr Sadimin mengatakan, permasalahan pendidikan vokasi di Indonesia sejak dulu masih berputar pada lingkaran yang sama, yaitu lulusannya kurang kompetitif dan sulit mencari pekerjaan.

Menurut dia, peran perusahaan dapat dilakukan secara lebih, salah satunya dengan berinvestasi lebih efektif serta ikut terlibat mendesain kurikulum, menjadi dosen tamu dari industri, memberikan beasiswa, joint research dan program magang.

“Tak hanya itu, mereka juga bisa memberikan sertifikat kompetensi, membantu fasilitas laboratorium hingga komitmen kuat menyerap lulusan SMK dan kampus vokasi,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Miftakul Azis menjelaskan, terdapat peluang bagi dunia pendidikan saat pandemi Covid-19. Seperti halnya membuat sekolah dan perguruan tinggi menjadi lebih paham teknologi dan mudah diakses.

Situasi pandemi, lanjut Azis, dapat memberi peluang untuk mempercepat transformasi digital dari pendidikan vokasi Indonesia yang akan membantu kaum milenial Indonesia mendapatkan keterampilan yang mereka butuhkan untuk dunia kerja.

“Tidak akan ada daya saing tanpa adanya produktivitas dan tidak ada produktivitas tanpa adanya kompetensi. Artinya adalah kalau kita mau meningkatkan produktivitas kita, mau memenangkan daya saing kita, kuncinya adalah pada kompetensi. Sedangkan, kompetensi merupakan gabungan antara skill, attitude, dan knowledge,” tegasnya. (T03-red)

BERITA LAINNYA