Take a fresh look at your lifestyle.

Pelayanan KB MOW Jaring 79 Akseptor

-Peserta Mendapat Kompensasi Rp 300.000

173

SLAWI-Memperingati Harlah ke-74 Muslimat Nadhlatul Ulama (NU) pada tahun 2020, Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Tegal bersama Dinas Pembedayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk danKeluarga Berencana (DP2AP2KB) Kabupaten Tegal menggelar pelayanan KB Metode Operasi Wanita (MOW).

Kegiatan digelar di Gedung Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Trayeman, Slawi, Rabu (26/2), diikuti 79 wanita usia subur dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Tegal.

Sejak pagi, peserta berkumpul di gedung yang terletak di Jalan Profesor Mohammad Yamin Nomor 169a atau tepat bersebelahan dengan Kantor Polsek Slawi. Peserta tampak diantar oleh kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD,  keluarga dan penyuluh KB. Beberapa diantaranya membawa serta bayinya yang masih berusia beberapa bulan.

Bendahara Muslimat NU Anak Cabang Jatinegara, Siti Zaeruroh mengatakan, pelayanan KB MOW merupakan salah satu rangkaian Harlah ke-74 Muslimat NU.

Sebelumnya pada Selasa (25/2)  telah diselenggarakan pelayanan KB Metode Operasi Pria (MOP) di RS DKT, Pagongan, Kabupaten  Tegal .

“Ada lima akseptor KB pria yang ikut dalam kegiatan tersebut. Dua diantaranya dari Jatinegara,”tuturnya.

Selain menggelar pelayanan KB MOW, Muslimat NU juga akan menggelar pelayanan KB implan dan IUD. Pelayanan akan diberikan di dua tempat. Yakni di  Klinik Pratama Pegirikan pada tanggal 11 Maret 2020  dan di Gedung PKBI tangggal 18 Maret mendatang.

Berkaitan dengan kegiatan tersebut, Kepala Bidang KB, DP3AP2KB Kabupaten Tegal Nur Ariful  Hakim mengatakan, pihaknya terus mendorong masyarakat untuk menjadi akseptor KB, utamanya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) baik MOW maupun MOP.

“Kegiatan bakti sosial seperti ini, sangat membantu meningkatkan kepesertaan KB masyarakat,”sebutnya.

Menurut Nur Ariful Hakim, Pemkab Tegal melaui DP3AP2KB memberikan biaya kompensasi/ganti istirahat pasca pelayanan MOP maupun MOW.

Bahkan, pada Tahun 2020 ini, Pemkab Tegal menaikkan  kompensasi  bagi  peserta MOP dari Rp 300.000 menjadi Rp 500.000.

“Setelah menjalani MOP, akspetor disarankan tidak langsung bekerja melainkan  istrahat idaknya selama tiga hari.Sebagai kompensasi mereka mendapat Rp 500.000,”terang Hakim, kemarin.

Hakim menyebutkan, tahun 2020  pihaknya menargetkan menjaring 43 akseptor MOP. Sejak Januari hingga kemarin, telah berhasil menjaring enam akseptor.

Dari APBD Kabupaten Tegal tahun ini, kompensasi bagi akseptor MOP dialokasikan bagi 20 peserta.

“Diharapkan dalam waktu tiga bulan sudah bisa terserap semuanya,”sebutnya.

Selain mendapat alokasi dari APBD Kabupaten Tegal, tahun ini BKKBN pusat juga membantu biaya kompensasi bagi peserta MOP . Bantuan yang diberikan Rp 300.000 per peserta dan dialokasikan bagi 12 peserta.

Menurut Hakim, pihaknya juga tengah mengupayakan adanya biaya kompensasi yang dibiayai dana CSR Bank Jateng.

“Ini tindak lanjut dari MoU BKKBN Provinsi Jateng dengan Bank Jateng, terkait pemindahan rekening gaji penyuluh KB dari BRI ke Bank Jateng,”imbuhnya.

Sementara itu, untuk MOW tahun ini ditargetkan 654 peserta. Pihaknya optimis tahun ini tercapai 150 persen. Dikatakan, pada tahun 2019, KB MOW tercapai 1.077 peserta dari target 1.222 peserta.

Sama seperti peserta MOP, pada layanan gratis MOW, peserta  juga mendapat biaya kompensasi. Masing-masing peserta mendapat kompensasi Rp 300.000 /orang dari pemerinah provinsi .

“Untuk alokasi dari Pemrov Jateng Rp 300.000 per orang, dan diberikan kepada 100 peserta.Jika bantuan sudah habis, Pemkab Tegal telah mengalokasikan Rp 150.000 bagi 150 peserta.

Selain melayani KB  MOW, kemarin juga ikut dilayani peserta IUD sebanyak 4 orang dan implant  satu .  (Sari/Red-06)

 

 

BERITA LAINNYA