Take a fresh look at your lifestyle.

Pelanggaran Helm Dominasi Operasi Patuh

157

* Pengendara Melawan Arus Capai 232 Kasus

TEGAL – Pelenggaran berkait dengan helm, baik pengendara yang tak memakai maupun tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), masih mendominasi sepanjang digelarnya Operasi Patuh Candi 2019 di wilayah hukum Pores Tegal Kota.
Berdasarkan catatan yang dihimpun Satlantas Polres Tegal Kota, sejak sepekan terakhir sudah mencapai lebih dari 323 kasus pelanggaran berkait helm. Usia pelanggarannya juga beragam. Mulai dari anak di bawah umur, pelajar, mahasiswa maupun karyawan perusahaan swasta.
”Karena ini termasuk pelanggaran, pengendaranya ya kami tindak. Apalagi ini bagian prioritas penindakan yang dilakukan dalam kegiatan Operasi Patuh Candi 2019,” terang Kasat Lantas Polres Tegal Kota AKP Ben Aras.
Dia mengungkapkan, meski tetap dilakukan penindakan tegas terhadap pelanggar lalu lintas, jajarannya juga giat menggelar sejumlah sosialisasi. Baik dengan cara dialog dengan pelajar, komunitas pengendara, maupun kalangan masyarakat lainnya.
Pembagian Leaflet
Selain kegiatan sosialisasi dengan cara berdialog langsung, personel jajarannya juga membagikan brosur atau leaflet berisi sejumlah aturan yang tidak boleh dilanggar oleh pengendara. Baik pengendara sepeda motor, mobil pribadi, angkot, elf, mirkobus, bus, pikap, truk dan sopir dari jenis kendaraan lainnya.
Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi MKes mengatakan, sosialisasi yang dilakukan jajaran Sat Lantas, menjadi bukti bahwa aparat kepolisian tidak mencari-cari kesalahan atau menghendaki terjadinya pelanggaran lalu lin

BAGIKAN BROSUR : Personel Sat Lantas Polres Tegal Kota selain menindak tegas pelanggar lalu lintas, dalam Operasi Patuh Candi 2019, juga membagikan brosur maupun leaflet ke pengemudi mobil maupun pengendara sepeda motor.(Foto : Riyono Toepra/smpantura.com-red07)

tas.
”Tapi kalau sudah ada peringatan lewat spanduk, pembagian brosur maupun dialog langsung, tetap terjadi pelanggaran, ya akan ada tindakan langsung dengan bukti pelanggaran (Tilang),” tandas dia.
Harapannya dengan ada upaya penegakan hukum lewat tilang, masyarakat luas dapat lebih meningkatkan kesadarannya dalam berlalu lintas. Taat aturan dan akan mengurangi terjadinya kecelakaan.
Sementara itu, pelanggaran lain yang terjadi adalah kategori melawan arus yang mencapai 232 pelanggaran. Pemakian sabuk keselamatan bagi sopir maupun penumpangnya 34 pelanggaran, pengendara masih di bawah umur ada delapan kasus dan pemakaian rotator baru ditemukan satu kasus.(Riyono Toepra/smpantura.com-red07)

 

BERITA LAINNYA