Take a fresh look at your lifestyle.

Pelanggar Protokol Kesehatan Dikenai Sanksi Tertulis Hingga Kerja Sosial

144

SLAWI- Warga Kabupaten Tegal akan dikenakan sanksi administratif dan tindakan langsung apabila  tak mematuhi protokol kesehatan saat melakukan aktivitas dan berinteraksi sosial. Protokol kesehatan diantaranya memakai maskerppelindung wajah, menjaga kebesihan tangan dan pembatasan interaksi sosial (physical distancing).

Sanksi yang diberikan berupa  teguran lisan, pengucapan Pancasila/lagu nasional, dan/atau kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan menggunakan perlengkapan kerja.

Pemberian sanksi yang diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Tegal Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penularan Covid-10 di Kabupaten Tegal ini  bertujuan mencegah penyebaran penularan Covid-19 dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.  Selain itu, mewujudkan kehidupan bermasyarakat sehat, produktif dan aman dari Covid-19.

Bupati Tegal, Umi Azizah menyampaikan , pelanggaran protokol kesehatan menjadi faktor penyebab meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal. Bersamaan dengan itu, kepatuhan warga terhadap upaya pencegahan penularan virus corona belakangan ini terbilang  menurun.

“Guna mencegah agar pelanggaran tersebut tidak semakin meluas dan masif di masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tegal mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal,”terangnya saat memimpin acara Pemaparan Strategi Penegakan Aturan Pelaksanaan Protokol Kesehatan di Lapangan Pemkab Tegal, Jumat (19/6) di halaman Pendapa Amangkurat, Pemkab Tegal.

Umi menegaskan, implementasi kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mengikis pemahaman yang keliru pada sebagian masyarakat yang masih beranggapan jika normal baru berarti sudah bebas beraktivitas di luar rumah dan melonggarkan kehati-hatiannya pada protokol pencegahan Covid-19.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono mengatakan, peraturan bupati ini menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan protokol kesehatan di Kabupaten Tegal sekaligus dasar pengenaan sanksi bagi warga masyarakat yang melanggarnya.

Joko mengatakan, sanksi akan diberikan, tidak hanya bagi perorangan tetapi juga kepada penanggungjawab sektor yang melakukan kegiatan,  seperti perkantoran, sekolah, tempat ibadah, toko modern, hotel, warung makan, kafe dan restoran maupun tempat pariwisata.

“Sanksi yang diberikan mulai teguran lisan, teguran tertulis, hingga penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha,”jelas Joko.

Joko menyebutkan, setiap penanggungjawab sektor diwajibkan untuk menyediakan sarana cuci tangan, sarana informasi pencegahan Covid-19 dan melakukan pembersihan tempat dengan disinfektan. Khusus pengelola sektor berskala menengah ke atas, wajib melakukan pengukuran suhu tubuh.

Ditegaskan olehnya, pada pasal 24 peraturan bupati ini, setiap pemerintah desa dan kelurahan wajib membentuk satuan tugas (Satgas) Jogo Tonggo sampai dengan lingkup RT/RW. Salah satu tugas dari Satgas Jogo Tonggo  ini adalah mendata setiap orang yang keluar masuk desa dan melakukan koordinasi serta menyampaikan laporannya kepada gugus tugas tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal, Suharinto menyebutkan,  sebagai lembaga yang bertugas melakukan tindakan penertiban non yustisial, pihaknya siap menindak pelanggar peraturan kepala daerah.

“Silahkan laporkan kepada kami jika menjumpai tindak pelanggaran peraturan bupati ini, seperti pengumpulan massa yang tidak berizin, kerumunan warga yang tidak menjaga jarak ataupun tidak mengenakan masker,” ujarnya.

Suharinto menjelaskan, pengawasan di  seluruh wilayah di Kabupaten Tegal menjadi tanggungjawabnya. Akan tetapi, pihaknya lebih memprioritaskan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan di zona merah untuk mencegah agar pelanggarannya bisa ditekan seminim mungkin.

“Kami akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Satgas Covid-19 desa di wilayah zona merah, hingga wilayah tersebut statusnya bisa kembali ke zona hijau,” tutupnya.(Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA