Take a fresh look at your lifestyle.

Pelaku Pariwisata Berharap Tempat Wisata Bisa Segera Beroperasi

165

SLAWI- Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah menimbulkan dampak yang signifikan kepada seluruh aspek perekonomian, termasuk pariwisata. Khusus Kabupaten Tegal , dampak tersebut sangat terasa dan berpengaruh mengingat Objek Wisata Pemandian Air Panas Guci adalah destinasi pariwisata penopang pariwisata di wilayah Pantura Barat.

Untuk itu, pelaku pariwisata di Kabupaten Tegal mengharapkan, pemerintah segera melakukan langkah-langkah yang cepat dan  tepat guna memulihkan seluruh destinasi pariwisata yang terdampak. Mereka mengharapkan tempat wisata bisa dibuka 15 Juni 2020.

Plt Sekretaris Dinas Kepemudaan,  Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Mahdi menyebutkan, pariwisata perlu menyiapkan diri dengan adanya tatanan baru new normal, sehingga aktivitas bisa berjalan normal dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Diharapkan new normal berjalan dengan baik, usaha jalan dengan protokol kesehatan. Jangan sampai berjalan,  di tengah jalan dibatalkan karena adanya penambahan kasus Covid-19,”sebut Mahdi dalam sambutannya pada acara Forum Group Discussion (FGD) Percepatan Pembukaan Destinasi Wisata di Kabupaten Tegal, yang berlangsung di Hotel Grand Dian Slawi, Kamis (11/6).

Hadir mengikuti FGD, perwakilan dari Dinas Porapar, Dinas Kesehatan, pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah, BPC PHRI Kabupaten Tegal dan ASITA Kabupaten Tegal serta  pelaku pariwisata Guci, Purwahamba Indah dan Cacaban.

Pada acara yang dimoderatori oleh Ketua FK Pariwisata DPP 2 Jateng, Setya Teguh Yuwana itu, pelaku pariwisata mengusulkan agar dilakukan percepatan pembukaan destinasi pariwisata di Kabupaten Tegal.

Hal ini karena pelaku usaha telah kehilangan pendapatan selama tiga bulan, sejak adanya pandemi Covid-19  dan  ditutupnya tempat pariwisata untuk mencegah penularan Covid-19.

Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Tegal, Agus Budiyanto menyampaikan harapannya, destinasi pariwisata terutama Guci bisa dibuka sebelum 1 Juli 2020. Hal ini dikarenakan pihaknya hanya mampu mengcover pembayaran pegawai hanya sampai dengan Juni.

“Bila mengacu pada SE Bupati, Bupati tidak pernah menutup hotel dan restoran. Jadi biarkan hotel dan restoran mulai berkarya,”terang Agus.

Meski demikian, Agus menekankan, perlunya edukasi tentang protokol kesehatan kepada pelaksana  tugas di lapangan, masyarakat, pengelola wisata dan pengunjung tempat wisata .

“Kita harus mengedukasi bagaimana melaksanakan new normal dengan menerapkan protokol kesehatan,”tuturnya.

Agus mengatakan, bila nanti tempat pariwisata dibuka, hotel dan restoran beroperasi, diperlukan kontrol dari Polres, Kodim dan Satpol PP. Bagi yang melanggar hendaknya bisa diberikan sanksi, sedangkan yang pelaku usaha yang taat bisa diberikan reward.

Sementara itu, anggota Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Kabupaten Tegal, Riyanto mengatakan, pihaknya berharap agar dilakukan persiapan matang sebelum membuka destinasi wisata.

Disebutkan olehnya, dengan ditutupnya destinasi pariwisata, sebagai biro perjalanan wisata, pihaknya sangat merasakan dampak luar biasa.  Beberapa permintaan perjalanan wisata ke Yogyakarta terpaksa dibatalkan. Riyanto mengaku, selama pandemi, dirinya banting stir menjadi penjual sambel pecel.

Permohonan dilakukan percepatan pembukaan juga disampaikan perwakilan pedagang di Objek Wisata Cacaban. Demikian juga disampaikan oleh pengelola wisata Purwahamba Indah, yang berharap wisata air bisa segera dibuka sebelum 1 Juli.

Terkait harapan pelaku pariwisata, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  (P2P) Dinas Kesehatan,  dr Joko Wantoro mengatakan, saat ini Kabupaten Tegal  masuk dalam kategori kuning , yang atinya risiko pennyebarluasan korona rendah.

Namun demikian, beberapa hari terakhir terdapat penambahan kasus positif  Covid-19 di Bojong dan Pagiyanten. Di Bojong terdapat penambahan tiga kasus, dengan catatan dua orang  tidak dicatat sebagai kasus Covid-19 asal Kabupaten Tegal. Hal ini karena alamat administrasi kependudukan dan durasi tinggalnya lebih lama di Bekasi.

Kemudian kluster Pagiyanten terdapat penambahan lima kasus positif Covid-19. Dari lima kasus, hanya dua yang dicatatkan di Kabupaten Tegal, sedangkan tiga kasus lainnya dicatatkan di Kota Semarang.

Terkait harapan dibukanya wisata air, Joko  yang  juga juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, menegaskan,belum bisa merekomendasikan untuk dibuka, karena belum ada kajian

“Untuk wisata air, akan sulit melakukan social distancing. Berenang tidak mungkin memakai masker dan jaga jarak,”imbuhnya.

Kepala UPTD Pengelolaan Objek Wisata Dinas Kepemudaan , Olahraga dan Pariwisata, Ahmad Abdul Hasib mengatakan, destinasi wisata di Kabupaten Tegal tutup sejak 17 Maret 2020. Hal ini sesuai dengan surat edaran Bupati Tegal Nomor 360/1425/tahun 2020 tentang pencegahan penyebaan virus Covid 19.

Menurutnya, untuk membuka tempat wista perlupersiapan dan kepatuhan pengelola wisata untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Setya Teguh Yuwana menyebutkan, hasil FGD tersebut,  peserta mengharapkan Bupati Tegal mencabut surat edaran penutupan destinasi wisata dan menerbitkan surat edaran pembukaan destinasi wisata secara terbatas dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Selain itu, pemerintah melalui instansi terkait melakukan sosialisasi dan pengawasan penerapan protokol kesehatan di lingkungan usaha sektor pariwisata.

“Hasil FGD hari ini akan segera kami sampaikan kepada Bupati Tegal,”sebutnya. (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA