Take a fresh look at your lifestyle.

Pekan QRIS 2020 di Tegal Berlangsung Meriah

168

TEGAL – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, secara resmi membuka Pekan Quick Respond Indonesia Standard (QRIS) yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal, Sabtu (14/3) malam di halaman Pendopo Ki Gede Sebayu, Komplek Balaikota.

“Saya mengapresiasi Bank Indonesia yang meluncurkan standar Quick Response (QR) code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based dan dompet elektronik. Ini bukti keuangan digital Indonesia betul-betul unggul lewat QR Indonesia Standar,” ucap Dedy Yon mengawali sambutan.

Dijelaskan dia, kegiatan Bank Indonesia yang bekerjasama dengan Harian Suara Merdeka di Kota Tegal sangat bagus dan penting, agar masyarakat tertarik untuk mengerti apa yang dimaksud dengan QRIS dan bagaimana cara mengaplikasikannya.

Menurutnya, kegiatan semacam itu harus dikemas dengan baik dan menghibur, agar banyak orang tertarik untuk mengunjungi. Dirinya juga yakin, QRIS mampu memudahkan semua pihak dalam bertransaksi sekaligus mendorong inklusi keuangan.

Dedy Yon menjelaskan sekelumit, cara pengguna QRIS yang hanya perlu menempelkan kode QR melalui smartphone saat transaksi. Namun, akan sangat baik jika Bank Indonesia bisa memastikan bahwa QRIS akan benar-benar mudah bagi semua orang, bahkan yang tidak mengenal teknologi tinggi.

“Sebab, meskipun banyak orang mahir menggunakan smartphone, masih ada lebih banyak orang yang belum menggunakan smartphone. Mereka hanya menggunakan telepon genggam biasa atau bahkan tidak menggunakan telepon genggam sama sekali,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Wali Kota meminta bahwa kemampuan masyarakat menggunakan QRIS sangat penting untuk diperhatikan. Kendati konsumen di Indonesia telah menggunakan gadget, namun pedagang dan pelaku ekonomi kecil justru masih banyak yang melakukan transaksi secara konvensional.

“Ini menjadi pekerjaan kita semua untuk menemukan cara mengedukasi masyarakat agar dapat menikmati program layanan. Baik dari pemerintah maupun swasta yang menggunakan teknologi,” tukasnya.

Sementara, Kepala KPw BI Tegal, Muhammad Taufik Amrozi menjelaskan, pada 2018 lalu BI telah meluncurkan Gerakan Pembayaran Nasional (GPN) dengan logo garuda. Hal itu membutuhkan perjuangannya hebat hingga mengalami ketegangan dengan berbagai prinsipal di luar negeri.

“Dulu GPN diluncurkan, untuk menegakkan kedaulatan. Karena alat pembayaran yang menggunakan kartu itu, baik uang maupun datanya akan kembali dan dikelola oleh kita, bukan di luar negeri,” tegasnya.

Taufik menambahkan, pada 17 Agustus 2019 lalu BI mulai meluncurkan QRIS dan efektif digunakan pada 1 Januari 2020. Para pelaku usaha hingga pengembang aplikasi harus mengikuti standar QRIS yang ditetapkan BI bersama asosiasi, sehingga sistem pembayaran Indonesia jadi satu dan QRIS bisa digunakan untuk berbagai aplikasi.

“Satu QRIS untuk Idonesia dan satu QRIS untuk merah putih kita,” tegasnya.

Untuk memeriahkan Pekan QRIS 2020, BI Tegal juga menggelar lomba foto dan tiktok bertajuk sosialisasi pembayaran QRIS. Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono didampingi Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi berkesempatan menyerahkan hadiah kepada para pemenang. (Haikal/red10)

BERITA LAINNYA