Take a fresh look at your lifestyle.

Pedagang Taman Pancasila Kembali Pertanyakan Kejelasan Relokasi

160

TEGAL – Sejumlah pedagang eks-Taman Pancasila kembali pertanyakan kejelasan tempat relokasi, akibat revitalisasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal dan PT KAI. Hal itu mengemuka, saat mereka mengikuti sosialisasi tahap I di Pendopo Kecamatan Tegal Timur, Senin (17/2) siang.

Salah seorang pedagang, M Slamet Khaerudin mengatakan, sebagai warga Kota Tegal pihaknya sangat mendukung upaya pemerintah dalam melakukan penataan. Bahkan, selama ini sudah berupaya tertib dan mengikuti aturan.

Salah satunya, sambung Slamet, para pedagang tidak meninggalkan gerobaknya di taman, setelah selesai berjualan. Demikian pula saat diminta berjualan di Lapangan PJKA, imbas dari penataan depan Stasiun Tegal.

“Kita sudah mengikuti aturan sejak dulu. Diminta tidak meninggalkan gerobak ya kita lakukan. Dipindah ke sana, kita manut,” tegasnya.

Apabila terdampak penataan, Slamet berharap Pemkot bisa segera memberi kejelasan tempat relokasi. Kalaupun nantinya di relokasi, pihaknya pihaknya meminta tidak akan ada pedagang baru yang ikut masuk. Pada kesempatan itu, pihaknya memberikan usulan untuk bisa di relokasi ke Jalan Lawu.

Ketua Organisasi Pedagang Eks Taman Poci (Orpeta) Edy Kurniawan mengemukakan, sebelum melakukan pembangunan, ada baiknya dikaji dampak ekonomi untuk pedagang. Jangan sampai ada salah satu pihak yang wanprestasi, sehingga menyebabkan pedagang yang rugi.

“Seperti pengalaman yang sudah-sudah, ada saja yang wanprestasi. Untuk itu, jangan sampai pil pahit itu kembali kami rasakan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Tegal, Sugiyanto mengapresiasi terhadap masyarakat yang sudah mendukung program pembangunan. Menurutnya, Pemkot Tegal tentunya sudah menyiapkan tempat untuk relokasi.

“Kami tidak akan menelantarkan warga Tegal. Sudah disiapkan tempatnya untuk relokasi,” singkatnya.

Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Tegal, Herlien Tjokrowati. Menurutnya, Pemkot sudah melakukan maping Pasar Alun-alun. Hasilnya, terdapat 113 lapak atau los yang kosong dan bisa ditempati pedagang.

Sementara itu, untuk  para pedagang pasar burung dan ikan, sudah diupayakan tempat di sebelah barat Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB), Jalan Kolonel Sugiono.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan PT KAI Daaerah Operasi (Daop) IV Semarang menyebut penggunaan Jalan Lawu untuk relokasi belum bisa diputuskan. Sebab, kebijakan berada ditangan pimpinan. (Haikal/red2)

BERITA LAINNYA