Take a fresh look at your lifestyle.

Pedagang Pasar Pagi Blok A Demo

135

TEGAL – Ratusan pedagang Pasar Pagi Blok A Kota Tegal menggelar demo, Senin (4/11). Mereka mempersoalkan tentang kenaikan biaya retribusi yang diterapkan oleh Pemkot Tegal dinilai sangat memberatkan.

Menurut Koordinator aksi, Ahmad (40), kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 pedagang. Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan, yaitu menolak kenaikan biaya retribusi dan harga sewa kios, menolak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bersikap arogan dan tidak mengayomi pedagang pasar serta menolak adanya pedagang liar di lahan parkir dalam pasar maupun di sepanjang jalan depan pasar. “Kami juga meminta fungsi dan fasilitas pasar sesuai kepentingan Pasar Pagi Blok A,” katanya.

Aksi selain dilakukan di depan Pasar Pagi juga dihalaman Gedung DPRD Kota Tegal. Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota, Muhamad Jumadi ketika menemui para pedagang menyatakan, akan melakukan kajian ulang terhadap Perda yang dipersoalkan pedagang.”Tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan. Kuncinya, kita harus duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan ini. Pemkot Tegal akan mereview kembali Perda, sehingga diharapkan nantinya ada solusi yang terbaik bagi kelangsungan Pasar Pagi,” katanya.

Sementara itu, usai menggelar aksi di Pasar Pagi, para pedagang kemudian menuju ke Gedung DPRD. Ketua Komisi II DPRD, Anshori Faqih mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan Pasar Pagi, terutama terkait tuntutan para pedagang.”Kami telah melakukan studi banding ke sejumlah kota. Sesuai rencana Komisi II DPRD akan melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait untuk membedah Perda. Jika memang nantinya diperlukan perubahan Perda maka akan dilakukan sesuai mekanisme. Namun, kalau hanya diperlukan perubahan Perwal, maka kami akan memberikan rekomendasi kepada Pemkot Tegal,”paparanya.

Menurut dia, dalam setiap penyusunan peraturan harus memperhitungkan dampaknya. Selain itu, jangan sampai merugikan pihak-pihak tertentu dan dibutuhkan waktu untuk prosesnya. “Kami minta waktu untuk melakukan itu semua. Sebab, tidak bisa dilakukan sekaligus,” tegasnya. (Wawan Hoed/Red1)

BERITA LAINNYA