Take a fresh look at your lifestyle.

Pedagang Kawasan Alun – Alun Mengadu ke DPRD

176

TEGAL – Para pedagang yang selama ini berjualan di sekitar kawasan Alun-alun Kota Tegal resah. Sebab, akhir – akhir ini dinas terkait sudah tidak menarik retribusi, sehingga khawatir akan ada penggusuran yang dilaksanakan Pemkot Tegal. Karena itu, sejumlah perwakilan pedagang mendatangi Gedung DPRD untuk mengadukan masalah tersebut.

Menurut Ketua Serikat Pekerja Jaya Bersama (SPJB), Yon Haryono, meski hingga saat ini belum ada pemberitahuan terkait adanya revitalisasi alun-alun, namun para pedagang mulai resah. “Kita masih bingung, mau digusur atau dipindah. Belum ada pernyataan yang jelas dari dinas,”katanya.

Dia mengemukakan, pada prinsipnya pedagang siap untuk dipindah. Namun, berharap agar terlebih dulu dibahas secara bersama terkait persoalan tersebut, mengingat rencana revitalisasi dilaksanakan tahun 2020. “Kami datang ke kantor DPRD untuk mengadukan nasib dan berharap agar Pemkot hanya sebatas melakukan penataan bukan penggusuran. Karena itu, para pedagang diminta untuk tetap tenang,” tegasnya.

Kepala Dinas Permukiman dan Tata Ruang (Diskimtaru), Eko Setyawan mengatakan, sesuai konsep para pedagang di alun-alun akan ditata ulang. Kemudian di tahun 2020 akan dilakukan revitalisasi alun-alun. “Kami berharap nantinya bisa beriringan dengan program kerja dinas lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD, Anshori Faqih mengimbau agar para pedagang untuk tetap tenang. Sebab, sampai dengan saat ini tidak ada rencana penggusuran dari Pemkot Tegal.Pihaknya akan tetap melakukan pengawasan terhadap penataan tersebut dan berharap bisa berjalan dengan baik. “Kalau penataan memang ada. Jadi kita minta pedagang agar bisa tenang. Dinas terkait memang tidak melakukan penarikan retribusi. Itu dalam rangka penataan bukan penggusuran,” katanya.(Wawan Hoed/Red1)

BERITA LAINNYA