Take a fresh look at your lifestyle.

PDIP dan PKB Satu Visi Misi Membangun Pemalang

81

PEMALANG – Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno juga dikenal dengan julukam lain, yaitu Putera Sang Fajar. Julukan yang diberikan sang ibu, Ida Ayu Nyoman Rai.
Lewat buku autobiograf berjudul Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, yang ditulis Cindy Adams, beliau bercerita soal julukan itu. Katanya, suatu pagi saat matahari mulai terbit, Ida mendekap Soekarno kecil dalam pelukannya. Sang ibu bilang, “anakku engkau sedang memandangi matahari terbit. Ibu melahirkanmu di saat fajar menyingsing.”
Kepercayaan orang Jawa, mengatakan bahwa
seseorang yang dilahirkan di saat matahari terbit, sudah digariskan nasibnya. “Jangan sekali-kali kau lupakan nak, bahwa engkau ini putra sang fajar” kata Soekarno menirukan ibunya. Itulah pertama kali sang ibu, menyebut Soekarno Putera Sang Fajar.

“Dalam rangka mengenang jasa jasa Bung Karno, pada hari kelahirannya yaitu tanggal 6 Juni kita sebagai kader PDIP selalu menggelar acara doa bersama untuk beliau. Begitu pula di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Pemalang juga menggelar doa bersama bersama dengan para kader untuk mendoakan Bung Karno,” ujar Ketua DPC PDIP Pemalang, Junaedi, baru baru ini.

Ia mengatakan, selain sebagai Sang Putra Fajar, Bung Karno juga sebagai penyambung lidah rakyat, untuk itu diharapkan semua kader partai juga bisa menjadi penyambung lidah rakyat. Artinya kader partai khususnya yang sekarang duduk sebagai wakil rakyat bisa menyampaikan, membawa, dan mewujudkan aspirasi rakyat. Dalam acara doa bersama tersebut, ada yang istimewa, sebab hadir pula para pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipimpin langsung Ketuanya Iskandar Ali Syahbana dan anggota fraksi PKB Pemalang. Hadirnya para pengurus DPC PKB ke kantor DPC PDIP Pemalang merupakan kunjungan balasan, sebab sebelumnya pihanya juga berkunjung untuk mengenalkan jajaran pengurus yang baru. Pihaknya berharap hubungan yang sudah terjalin baik, terus dijaga dan ditingkatkan dalam rangka untuk membangun Pemalang. Hal itu dilakukan, sebab Pemalang milik rakyat bukan milik salah satu kelompok atau golongan, sehingga kerjasama harus terus dilakukan. Melalui para anggota dewan yang duduk di legislatif pihaknya berharap agar mereka selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Bung Karno merupakan proklamator, dan sebagai bapak bangsa, sehingga kita sebagai bagian dari Bangsa Indonesia wajib untuk menghormati dan meneladani beliau. Dalam acara doa bersama yang di selenggarakan DPC PDIP Pemalang kita hadir untuk ikut mendoakan Bung Karno, dan sebagai langkah mempererat tali silaturohim,” tandas Iskandar Ali Syahbana, Ketua DPC PKB Pemalang.

Ia mengatakan, terkait dengan koalisi di tahun 2024 pihaknya belum berfikir sejauh itu, sebab pihaknya berfikir masih fokus mengawal aspirasi masyarakat. Namun ditingkat legislatif daerah PKB dan PDIP berada di visi misi yang sama atau sepaham dengan PDIP dalam rangka mengawal pembangunan di Pemalang. Pihaknya berharap PKB dan PDIP tetap solid dan berada dalam satu visi dan misi yang sama yaitu membangun Pemalang. (T08-red)

BERITA LAINNYA