Take a fresh look at your lifestyle.

PD Muhammadiyah Bentuk TPP Covid 19

140

KAJEN – Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan membentuk Tim Penanganan Penanggulangan (TPP) Covid 19. Adapun kantor sekretariat tim tersebut berada di kampus 1 Universitas Muhammdiyah Pekajangan Pekalongan. Dalam menjalankan tugasnya, TPP membentuk cabang dan ranting yang tersebar di sejumlah desa maupun kecamatan dengan jumlah sekitar 250 relawan.
Hal itu dikatakan ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Mulyono saat konfrensi pers di sekretariat TPP, belum lama ini. Ikut datang dalam kegiatan tersebut, Direktur RS Islam Pekajangan, dr Wizdan, Rektor UMPP, Dr Nur Izzah, Ketua TPP Covi 19 Muhammadiyah, Sultan, dan lainnya. Menurut Mulyono, tim tersebut dibentuk dalam upaya membentengi penyebaran virus corona sehingga masyarakat di Kota Santri bisa terhindar dari virus tersebut.
”Kami gali semua komponen potensi yang ada di Muhammadiyah dan bersama-sama melakukan aktifitas pencegahan covid 19 bersama TPP,” tegasnya.
Selama ini, PDM Kabupaten Pekalongan selalu berkoordinasi dengan pimpinan pusat Muhammdiyah dalam menyikapi wabah virus corona. Dalam hal ini, mengacu kepada kebijakan pemerintah saat menjalankan pencegahan penyakit ini, salah satu di antaranya dengan tidak menggelar aktfitas shalat jumat maupun ibadah wajib di masjid lainnya. Apabila masih ada di desa maupun daerah lainnya yang melakukan aktifitas tersebut, supaya bisa mentaati aturan sesuai dengan protokoler dari pemerintah.
Sementara itu, Ketua TPP Muhammaditah, Sultan mengatakan kegiatan yang dilakukan antara lain dengan melakukan edukasi di daerahnya masing-masing, mulai tingkat RT dan desa. Seperti menyosialisasikan cara pencegahan terhadap corona, lalu melakukan penyemprotan ke sekolah, kantor, fasilitas umum, dan tempat lainnya. Kemudian juga melakukan pengadaan sprayer dan bahan disinfketan yang nantinya distrubusikan kepada tim-tim di TPP cabang maupun ranting.
”Hingga sekarang kami sudah melakukan disinfeksi ke 300 titik sambil menyebarkan flayer maupun stiker edukasi pencegahan covid 19,” tandasnya.
TPP juga bekerasama dengan UMPP dalam pembuatan hand sanitazer yang nantinya didistribusikan ke masyarakat. Harapannya, tim penangananan penanggulangan covid 19 dari Muhammadiyah bisa membantu Pemkab Pekalongan dalam mencegah penularan penyakit tersebut.
Sedangkan Rektor UMP Pekalongan, Dr Nur Izzah menjelaskan pihaknya akan menyiapkan ratusan mahasiswa semester akhir di sejumlah bidang studi seperti kebidanan, keperawatan, farmasi, dan fisioterapi sebagai relawan kesehatan. Karena menjadi relawan maka mahasiwa tersebut berada di garda kedua di sejumlah rumah sakit di Indonesia. Kesiapan kampusnya dalam menerjunkan mahasiwanya sebagai relawan untuk menjawab permintaan Kementrian Pendidikan tentang kebutuha tenaga medis di rumah sakit yang mengalami kekurangan tenaga kesehatan dengan merebaknya wabah virus corona.
”Permintaan seperti itu juga sejalan dengan kebijakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menginput data jumlah mahasiswa semester akhir di perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” katanya.
Walau begitu, pihaknya tidak akan memaksa para mahasisa, terutama yang di semeseter akhir menjadi relawan. Dalam menawarkan kegiatan tersebut, UMP Pekalongan tetap harus meminta izin kepada masing-masing orang tua dari mahasiswa. (Moch Achid Nugroho/R8 )

BERITA LAINNYA