Take a fresh look at your lifestyle.

Patung Saja Pakai Masker, Bagaimana Dengan Kalian?

147

SLAWI – Patung Obor di perempatan Pakembaran, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, terlihat aneh tidak seperti biasanya. Ya, patung simbol semangat masyarakat Kabupaten Tegal itu, ternyata menggunakan masker. Hal itu sebagai upaya Pemkab Tegal dalam kampanye pencegah penularan Covid-19.

Penggunaan masker yang juga intruksi dari Presiden RI, Joko Widodo ditangkap serius Bupati Tegal, Umi Azizah. Mempromosikan gerakan penggunaan masker di masyarakat disimbolkan dengan Patung Obor yang menggunakan masker berukuran jumbo yang dipesan Bupati Umi secara khusus. Pemasangan masker jumbo itu dipasang oleh staf bagian Humasa Pemkab Tegal dan Dinas Perkimtaru Kabupaten Tegal hari Rabu (8/4).

Umi menuturkan, pemasangan ini adalah simbolisasi gerakan pemakaian masker di masyarakat. “Tidak ada maksud lain dari pemasangan masker di Patung Obor tersebut selain menggugah dan mengingatkan para pengguna jalan serta publik lainnya agar selalu gunakan masker saat berada di luar rumah”, katanya.

Jika ada yang menilai cara ini unik, Umi  mengaku pihaknya hanya berupaya mengartikulasikan instruksi Presiden agar penggunaan masker kain ini masif di masyarakat.

“Komunikasi publik itu caranya macam-macam dan kalau melihat di media sosial, tidak sedikit warganet kita yang ikut mengkampanyekan himbauan pemerintah ini dengan cara unik, cerdas hingga jenaka. Tujuannnya sama, membangun kesamaan persepsi yang berujung kesadaran publik”, urainya.

Pemasangan masker ini, lanjut Umi, tidak hanya di Patung Obor, sejumlah patung yang letaknya strategis di persimpangan jalan seperti pertigaan Tuwel juga dipasang masker serupa.

Kebijakan Pemerintah tersebut menurut Umi juga sudah ditindaklanjuti institusinya dengan menerapkan kebijakan sektoral area wajib masker di unit pelayanan publik pemerintah seperti rumah sakit dan Puskesmas, dimana warga juga bisa mendapatkannya gratis sepanjang masih tersedia stocknya.

Umi berharap, siapa saja bisa ikut mengkampanyekan anjuran Presiden tersebut demi keselamatan bersama. “Pemilik toko bisa mewajibkan pembelinya menggunakan masker kain saat akan berbelanja, jika tidak membawa, bisa diberikan gratis, hitung CSR perusahaan atau bisa membelinya dengan harga terjangkau,” katanya.

Penggunaan masker kain bagi siapa saja, imbuh Umi, sekarang sudah menjadi standar perilaku hidup bersih dan sehat, sama halnya dengan physical distancing dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA