Take a fresh look at your lifestyle.

Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Nihil, Pasien Dalam Pengawasan Lima Orang

Masyarakat Diimbau Patuhi Jaga Jarak Sosial

96

SLAWI- Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Infeksi Covid-19 Kabupaten Tegal, menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal, Kamis (19/3) di Media Center Center Covid-19  Pemkab Tegal.

Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Infeksi Covid-19 Kabupaten Tegal,Joko Wantoro menyampaikan, hingga Kamis (19/3) pukul 14.00, di Kabupaten Tegal pasien terkonfirmasi Covid-19 masih nihil.

Sementara, pasien dalam pengawasan (PDP) sejumlah lima orang. Satu  orang dirawat di ruang  isolasi  RSUD Kardinah, Kota Tegal dan empat orang dirawat di ruang isolasi RSUD Dr Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal.

Adapun orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 20 orang, sedangkan orang yang telah melakukan perjalanan pulang ke Kabupaten Tegal dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 104 orang.

Turut dalam konferensi pers tersebut, Bupati Tegal Umi Azizah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal , Hendadi Setiaji , Asisten Administrasi Umum,Edi Budiyanto dan Kasubag Humas, Sri Yuniati.

Joko menyebutkan, lima PDP terdiri atas satu perempuan dan empat laki-laki. PDP 1 adalah perempun  berusia 49 tahun dengan riwayat perjalanan dari Bali. PDP 2 laki-laki usia 28 tahun dengan riwayat perjalanan dari Korea Selatan.

PDP 3 laki-laki dengan usia 20 tahun dengan riwayat perjalanan dari Depok, Bekasi, PDP 4 seorang pasien anak laki-laki berusia 9 bulan dengan riwayat perjalanan Jakarta dan PDP 5 laki-laki usia 17 tahun dengan riwayat perjalanan ke Bali.

“Dari lima PDP , tiga orang sudah diambil swap dan sedang dicek di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta. Hasilnya menunggu keluar. Untuk pasien bayi ada kesulitan pengambilan swab,”terang Joko.

Terkait kesiapan fasilitas rumah sakit, Joko menuturkan, Kabupaten Tegal menyiapkan sembilan rumah sakit, dengan satu RS rujukan dan delapan RS pendukung. Sembilan rumah sakit memiliki 21 ruang isolasi. Kemudian untuk dokter spesialis paru ada dua orang dan dokter penyakit dalam sebanyak lima orang.

Joko menyebutkan, Puskesmas telah melakukan upaya pemantauan para pelaku perjalanan dari daerah terjangkit Covid -19 dan melakukan penyemprotan disinfektan di tempat publik.

Bupati Tegal, Umi Azizah berharap, informasi yang disampaikan  bisa menjadikan masyarakat  lebih waspada, mawas diri dan berhati-hati dalam beraktifitas dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar, termasuk dalam berkomunikasi di media sosial.

“Meskipun tidak atau belum ada warga kita yang positif terinfeksi Covid-19, tidak lantas membuat kita takabur, merasa aman dan memandang remeh persoalan ini sehingga abai terhadap keselamatan diri dan keluarga, tidak peduli dengan upaya yang harus didukung dan dikerjakan bersama-sama ini,”sebutnya.

Kepatuhan warga untuk tetap tinggal di rumah, kata Umi, akan membantu memutus mata rantai penyebarannya. Selain menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun secara rutin dan tidak menyentuh area wajah.

“Upaya lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah social distancing atau menjaga jarak sosial antar warga. Sosial distancing bisa kita lakukan dengan menghindari atau tidak mendekati acara-acara dan kegiatan yang melibatkan banyak orang dan kerumunan warga, karena di dalam kerumunan ini kita tidak akan pernah tahu siapa yang sakit,”sebutnya.

Umi mengimbau warga masyarakat tidak menyebarkan informasi yang tidak benar soal Covid-19, terlebih jika itu menyangkut identitas orang dalam pemantauan, pasien dalam perawatan maupun yang terkonfirmasi positif Covid-19. Soal ketahanan pangan, Umi menegaskan  untuk seluruh kebutuhan pangan dan non pangan tersedia cukup.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Hendadi Setiaji mengatakan, untuk pemenuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan , anggaran di bidang kesehatan sudah dialihkan untuk pemenuhan sarana prasarana terkait penanganan Covid-19. (Sari/Red-06)

 

 

BERITA LAINNYA