Take a fresh look at your lifestyle.

Pasien Positif Jalani Pemeriksaan Swab Tenggorok

163

TEGAL – Tim Ad Hoc Penanganan Covid-19 RSUD Kardinah, Kota Tegal akan kembali mengambil sampel swab tenggorok satu pasien yang positif terpapar virus korona dan empat pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih mendapat perawatan isolasi.

Hal tersebut diutarakan Anggota Tim Ad Hoc Covid-19 RSUD Kardinah, dr Yusfi Rydoka dalam konferensi pers percepatan penanganan Covid-19 di Posko Gugus Tugas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal, Jumat (27/3) siang.

Dokter spesialis paru itu mengemukakan, pemeriksaan swab tenggorok terhadap warga Kelurahan Slerok akan dilakukan tiga hari setelah dinyatakan positif. Itu lantaran, kondisi pasien positif menunjukkan grafik yang baik belakangan ini.

Tak hanya berlaku pada pasien positif saja, pemeriksaan swab juga dilakukan pada empat PDP yang hingga saat ini masih menjalani penanganan medis di Ruang Isolasi RSUD Kardinah.

“Kondisi stabil pasien yang positif Covid-19 baik. Suhu tubuhnya 36,5 derajat dan kita akan jadwalkan untuk pengambilan swab bersama empat pasien PDP. Semoga saja hasilnya ikut membaik,” kata dr Yusfi.

Sementara Kepala Dinkes Kota Tegal, Sri Primawati membeberkan, sejauh ini pihaknya telah menangani sedikitnya 24 pasien PDP Covid-19. Dengan rincian, 12 orang masih dalam perawatan, empat diantaranya dirawat di RSUD Kardinah dan delapan orang dirawat di RSI Harapan Anda.

Sedang sebelas pasien PDP lainnya, telah dipulangkan dalam kondisi sehat. Adapun untuk satu pasien PDP berusia 77 tahun telah meninggal dunia. Hingga saat ini, Dinkes melalui RSUD Kardinah juga belum mendapatkan hasil pemeriksaan swab terhadap satu pasien PDP yang meninggal.

“Data yang terbaru, 24 PDP sudah pulang 11 orang dan satu meninggal. Untuk yang dirawat masih ada 12 orang. Peningkatan justru terjadi pada Orang Dalam Pengawasan atau ODP,” tegas Prima.

Dibeberkan Prima, jumlah terbaru ODP di Kota Tegal pada Jumat siang, telah mencapai 56 orang. Dimana pada Kamis (26/3) lalu, ODP hanya berjumlah 46 orang. Penambahan terjadi, lantaran adanya laporan dari setiap kelurahan yang mendata kepulangan warganya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan jemput bola melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang dilaporkan telah kembali ke kampung halamannya. Terlebih bagi warga yang kembali dari daerah yang terkonfirmasi zona merah.

“Melibatkan RT/ RW yang kemudian melapor ke kelurahan. Nanti akan ada pemeriksaan di setiap Puskesmas,” pungkasnya. (Haikal/red10)

BERITA LAINNYA