Take a fresh look at your lifestyle.

Pasca Lebaran, Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal Meningkat

88

SLAWI, smpantura.com – Sejak bulan puasa menjelang Lebaran 2021, kasus Covid-19 mulai mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan banyak warga Kabupaten Tegal yang mudik Lebaran. Selain itu, mobilitas warga juga mengalami peningkatan tinggi.

Hal itu diungkapkan Bupati Tegal, Hj Umi Azizah usai Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Tegal agenda Hari Jadi ke-420 Kabupaten Tegal, Selasa (18/5). Bupati menyampaikan warganya yang mudik Lebaran sebelum larangan mudik cukup tinggi. Tercatat hingga Lebaran, ada sekitar 21 ribu warga yang pulang kampung. Kondisi itu jauh dibandingkan arus mudik tahun sebelumnya yang mencapai 65 ribu.

“Imbasnya kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal meningkat. Bahkan, peningkatan mulai bulan April,” ujar Umi yang tak menjelaskan rincian peningkatan kasus Covid-19 di wilayahnya tersebut.

Kendati ada peningkatan, lanjut dia, namun tidak muncul klaster-klaster penyebaran Covid-19. Pihaknya bersama Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tegal melakukan penelusuran terhadap pemudik untuk dilakukan pemeriksaan. Jika ada yang terbukti positif, langsung dilakukan isolasi mandiri. Selain ke wilayah yang banyak pemudiknya, penelusuran juga dilakukan di pintu masuk menuju obyek wisata. Terutama di obyek wisata Guci yang sempat ditutup sementara.

“Dari hasil sampel pengunjung, tidak ditemukan yang positif Covid-19. Saat ini, Guci mulai dibuka kembali,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, pembukaan obyek wisata Guci telah melalui surat edaran Bupati Tegal. Dalam surat edaran itu, disyaratkan jumlah pengunjung maksimal 30 persen. Namun, Guci memiliki wilayah luas dan wahana wisata yang menyebar, sehingga potensi penularan kecil.

“Wisata melakukan protokol kesehatan ketat,” ucap Umi.

Ditambahkan, ruang isolasi di RSUD Suradadi yang telah disediakan, tidak terpakai. Masyarakat yang tanpa gejala, kebanyakan melakukan isolasi mandiri. Selain itu, program Jogo Tonggo di sejumlah desa masih difungsikan, sehingga jika ada kasus langsung bisa ditangani di tingkat desa.

“Jogo Tonggo tetap dijalankan. Sosialisasi juga harus terus dilakukan,” pungkasnya. (T05-red)

BERITA LAINNYA