Take a fresh look at your lifestyle.

Paripurna Sempat Tertunda, DPRD Brebes Akhirnya Tetapkan Dua Perda

71

BREBES, smpantura.com – DPRD Kabupaten Brebes akhirnya menetapkan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda), melalui rapat paripurna, Selasa (30/3). Yakni, Perda tentang Badan Permusyawaratan Daerah (BPD), serta Perda Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit.

Rapat paripurna DPRD tersebut sebelumnya sempat ditunda karena menunggu kehadiran Bupati Brebes, Idza Priyanti yang masih melaksanakan tugas luar di Kuningan, Jawa Barat. Sesuai jadwal rapat paripurna akan dimulai pukul 10.00, tetapi ditunda hingga pukul 14.00. Namun dalam pelaksanaannya, rapat paripurna kembali molor dan baru dimulai pukul 15.00. Itu karena Bupati baru tiba di DPRD pukul 15.00.

Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Brebes, Moh Taufik. Selain menetapkan dua Perda, dalam rapat paripurna itu lembaga legislatif juga menyampaikan pandangan umum faksi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Brebes tahun 2020. Kemudian, membentuk Panitia Khusus (Pansus) LKPj Bupati.

Raperda BPD sebelumnya dibahas melalui Pansus XV DPRD Brebes. Sedangkan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit dibahas Pansus XVI DPRD Brebes. Kedua Pansus DPRD tersebut dalam tugasnya, telah melakukan pembahasan dengan melibatkan dinas terkait serta elemen masyarakat.

“Kami dalam proses pembahasan Raperda ini telah melalui sejumlah tahapan, termasuk rapat dengar pendapat bersama kepala desa dan anggota BPD di Brebes,” ujar Ketua Pansus XV DPRD Brebes, Sukirso Handan dalam laporannya di rapat paripurna.

Dari hasil proses pembahasan, lanjut dia, Raperda BPD telah disepakati pansus dan dilaporkan dalam rapat paripurna agar disetujui untuk ditetapkan sebagai perda. “Kami laporkan di paripurna ini untuk bisa diterapkan sebagai perda,” tandasnya.

Anggota Fraksi PKS DPRD Brebes, Wamadiharjo, dalam pandangan umum fraksinya mengatakan, setelah kedua Perda ditetapkan diminta untuk segera disosialisasikan, agar tidak terjadi multitafsir. Selain itu, bupati diminta untuk segera menyusun peraturan bupati terkait kedua perda tersebut. “Kami mewakili fraksi-fraksi di DPRD Brebes, menyetujui kedua raperda ini ditetapkan sebagai perda,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Brebes Moh Taufik setelah meminta persetujuan para anggota, mengetok palu sebagai tanda disahkannya penetapan kedua raperda tersebut menjadi perda. “Dengan ini, kami tetapkan Raperda BPD dan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit menjadi Perda,” ucapnya sambil mengetok palu disaksikan Bupati Brebes, Idza Priyanti.

(T07-red) 

BERITA LAINNYA