Take a fresh look at your lifestyle.

Parade Teater SMANSAGAL XV Disambut Antusias

177

TEGAL – Parade Teater yang dilaksanakan oleh SMA N I Tegal (SMANSAGAL) yang ke XV disambut antusias para penonton. Terbukti sejak perhelatan diadakan pada 10 – 11 Januari 2020 di Taman Budaya Tegal selalu dipadati pengunjung. Apalagi, ketika Teater Detak dibawah asuhan seniman Rudi Iteng membawakan naskah “Takluk” yang bercerita tentang iblis dan manusia disambut meriah.

Lakon Takluk merupakan transformasi dari salah satu cerpen Nicolla Machievelly penulis asal Italia yang berjudul Ketika Iblis Menikahi Perempuan. Para pemain merupakan siswa kelas X dan XI serta disutradarai siswa kelas XII yang telah mengerti tata panggung, blocking, sadar cahaya, serta penjiwaan.

Menurut Rudi Iteng, penonton membludak, baik dari pelajar Kota Tegal, Slawi, Brebes, dan Pemalang. Bahkan, wali murid ataupun orang tua dan beberapa seniman juga hadir antara lain bontot Sukandar, Apas Khafasi, Seful Mu’min, Rias Viri, Wisnu Wicaksono, Faozan Suwage, Olis, dan Akhmad Bukhori. “Kegiatan ini merupakan sebuah pementasan yang dapat dikatakan sempurna untuk ukuran anak sekolah, dengan durasi sekitar dua jam,” katanya.

Dia mengemukakan, meski pementasan tergolong lama, namun penonton tetap setia duduk dari awal hingga akhir. Mereka menikmati sebuah pertunjukan dengan tema berat dengan disajikan secara ringan dan sesekali disuguhi adegan yang mengundang gelak tawa penonton. Pentas Takluk bercerita tentang kegelisahan raja iblis di neraka karena neraka lebih banyak dihuni oleh laki-laki maka ia menyuruh salah satu anak buahnya yang paling pintar untuk menjadi manusia agar mendapatkan informasi apa yang sebenarnya dilakukan manusia laki-laki sehingga banyak menjadi penghuni neraka ?

Iblis itupun menjadi manusia dan menikahi seorang perempuan. Laki-laki adalah para pemuja wanita, ia selalu menuruti semua permintaan istri hingga hal itu membuat mereka tidak nyaman dengan istri dan memilih pergi dari rumah, hidupnya merasa tertekan karena harus menuruti permintaan istrinya demi memenuhi gaya hidup.

Rudi menambahkan, dalam kesempatan itu juga dilaksanakan pemetasan dari penampilan kelas XII IPS 3, Teater Hansa, dengan lakon “Mirat”. Yakni, bercerita tentang bagaimana cerminan laku manusia terkadang tidak menjadi perwujudan karena ada perbedaan. Sedangkan, pementasan kelas XII IPS 2 yaitu Lentera Proction dengan lakon “Ceceli de Blanche” bercerita tentang kepribadian seseorang yang pratagonis dan antoganis belum tentu benar adanya.

Sedang penampilan kelas XII IPS 1 pementasan Teater Reswara membawakan lakon “Satriya Wirang” menceritakan tentang terkadang niat dan perbuatan baik belum tentu dibarengi nasib yang baik, bahkan niat baik di dombreng karena fitnah. “Tujuan diadakannya parade teater ini, agar siswa dapat menyampaikan ide dan gagasan yang ditangkap menjadi kreatifitas dalam sebuah karya pertunjukan, dengan kemandirian, kerjasama dan pertanggungjawaban pada publik sebuah karya, juga agenda tahunan ini menjadi salah satu gerak seni teater di Kota Tegal yang selalu dinanti,” tandasnya. (Wawan Hoed/Red1)

BERITA LAINNYA