Take a fresh look at your lifestyle.

Wauw,,Berdalih Bisa Gandakan Uang 20 Juta Jadi 2 Miliar, Ternyata Bulshit

Kasus Penggandaan Uang di Kota Pekalongan

PEKALONGAN, smpantura – Kasus ‘dukun’ penggadaan uang di Kota Pekalongan, berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Dalam aksinya, komplotan penipu tersebut berbagi tugas, ada yang menjadi ‘dukun’ jadi-jadian. Sementara, pelaku lainnya mencari calon korban. Namun demikian, belakangan diketahui bulshit alias omong kosong.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah adanya laporan dari korban dengan modus penggandaan uang. Peristiwa itu terjadi di salah satu hotel di Kota Pekalongan. Menurutnya, korban yang diketahui warga Purwokerto, melapor setelah ditipu para tersangka di kamar sebuah hotel di Kota Pekalongan. DP selaku tersangka utama berperan sebagai ‘dukun’ yang bisa menggandakan uang. Sedangkan 3 tersangka lainnya bertugas mencari korban.

“Tersangka menyampaikan bahwa temannya (DP) bisa menggandakan uang, sehingga korban terhasut. Korban kemudian menuju ke lokasi yang dijanjikan (hotel),” terang Wahyu, dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Senin 31 Januari 2022. Tiga dari empat tersangka itu diketahui warga Kabupaten Batang, yaitu DP (45), AP (43), AA (43). Dan, satu tersangka AS (40), dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Dalam aksinya, ke-empat tersangka memiliki peran masing-masing, Mereka dijerat Ini KUHAP PAsal 378 dengan modus penggandaan uang. Modusnya sendiri, DP menunjukkan kemampuannya mengubah uang Rp 2 ribu jadi Rp 100 ribu. Melihat kemampuan DP, korban percaya. Kemudian, korban diminta menyiapkan Rp 20 juta.

Dari uang Rp 20 juta itu dijanjikan menjadi Rp 2 miliar. Uang itu dibungkus kain merah, dimasukan ke-ember, lalu dibacakan doa-doa. “Korban disuruh balik badan dalam waktu tertentu. Setelah korban balik kanan lagi, mereka sudah kabur sambil membawa kabur uang Rp 20 juta dimaksud. Atas perbuatan, Wahyu menambahkan, 4 tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara.

Tersangka DP mengaku yang hasil penipuannya bagikan ke teman-temannya. Sedangkan bagiannya sendiri untuk membeli ponsel dan sisanya untuk bersenang-senang. “Saya tidak pernah belajar ilmu. Saya cuma menukar uang Rp 2 ribu ke uang Rp 100 ribu saat dia (korban) tidak melihat dengan teknik tertentu, agar korban percaya. Saya tidak kenal korban, teman yang kenal,” tutur DP.

Tersangka DP ditangkap di tempat permainan di kawasan Dupan Square, Kota Pekalongan. Selain menangkap DP, polisi juga menyita sebuah ponsel baru dan uang Rp 828 ribu sisa hasil penipuannya. Termasuk sejumlah barang bukti lainnya. Akibat perbuatannya, ke-empat tersangka harus merasakan dingginya jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (T09.Red).

 

BERITA LAINNYA