Take a fresh look at your lifestyle.

Vaksinasi BIN Jateng, Disambut Antusias Siswa SD Islam Dhiyaul Fatihin

Vaksinasi Dosis Kedua

PEKALONGAN, smpantura.com – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jateng, terus lakukan vaksinasi massal anak usia 6-11 tahun dan masyarakat di sebelas Kabupaten/Kota di Jateng dengan target peserta vaksin dalam kesempatan ini sebanyak 18.000 dosis. Salah satunya di SD Islam Dhiyaul Fatihin Kelurahan Krapyak Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan, Selasa 15 Februari 2022. Dalam kesempatan itu, disambut antusias ratusan siswa yang mengikuti vaksinasi dosis ke dua.

Jenis vaksin yang dipergunakan sendiri Sinovac yang telah mendapatkan ijin dari BPOM. Sementara untuk masyarakat secara door to door (DTD) serta vaksinasi booster menggunakan vaksin yang tersedia dari Dinas Kesehatan. Kepala SD Islam Dhiyaul Fatihin Krapyak, Lailatul Faridoh mengaku sangat menyambut baik inisiatif dari BIN Jateng dalam melaksanakan vaksinasi dosis ke dua di sekolahnya. Dijelaskan, para siswa sendiri sangat antusias, dengan diikuti 150 siswa, dari mulai kelas 1-6.

“Kali ini merupakan vaksinasi dosis ke dua, setelah sebelumnya dilakukan vaksinasi dosis pertama. Melalui vaksinasi, anak-anak diharapkan lebih sehat lagi, daya tahan tubuhnya lebih meningkat, sehingga dapat mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) dengan baik,” terang Faridoh.

Kepala BIN Daerah (Binda) Jateng Brigjen TNI Sondi Siswanto menjelaskan, vaksinasi tersebut digelar serentak di sebelas titik di wilayah Jateng, salah satunya di SD Islam Dhiyaul Fatihin. Binda Jateng sendiri mendirikan 12 sentra vaksinasi di kabupaten/kota. Adapun wilayah dengan pelaksanaan vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun meliputi, Banyumas, Banjarnegara, Magelang, Kebumen, Wonogiri, Boyolali, Kudus, Kabupaten Pekalongan,dan Kota Pekalongan dengan target 10.000 dosis.

“Selain itu vaksinasi Booster dilaksanakan di Banjarnegara, Pemalang 1.300 Orang, serta vaksinasi DTD dengan target 6.700 orang di Wonosobo, Boyolali, Kudus, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Pemalang,” tegasnya. Pihaknya menambahkan, kendati gejala Covid-19 Omicron terbilang ringan, angka penularan yang tinggi memicu kekhawatiran pemerintah. Karena itu pemerintah tetap merekomendasikan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat agar fasilitas kesehatan tidak dibanjiri pasien Covid.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak termakan informasi tidak benar atau hoax. Ini semua sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo mengenai langkah dan upaya pemerintah Indonesia untuk menghindari disinformasi dan penyebaran berita hoax tentang vaksinasi Covid-19,” pungkas Brigjen TNI Sondi Siswanto. (T09/Red).

BERITA LAINNYA