Take a fresh look at your lifestyle.

Vaksinasi Anak di MI Soko Pekalongan Disambut Antusias

Kerjasama BIN Jateng dan Dinas Kesehatan

PEKALONGAN, smpantura.com – Vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang digelar Badan Intelijen Negara Daerah (Binda Jateng), bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Soko Kecamatan Pekalongan Selatan Kota Pekalongan, disambut antusias siswa sekolah setempat, Kamis 27 Januari 2022. Antusiasme juga diikuti para orang tua siswa yang turut mendampingi anaknya dalam proses vaksinasi dimaksud. Dalam vaksinasi tersebut diikuti 239 siswa, dari mulai kelas 1-6.

Kepala MI Soko M Hasan Basri, S.Pd.I menyambut baik adanya inisiasi vaksinasi bagi anak yang dilakukan BIN Jateng, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan. “Banyak sekali orang tua yang dengan kesadarannya, mengikut sertakan anaknya untuk vaksinasi anak,” tutur M Hasan Bisri. Pihaknya berharap, adanya vaksinasi, kesehatan anak-anak tetap terjaga dengan baik, sehingga dapat terhindar dari Covid-19. Disamping itu, ke depannya siswa selalu sehat, terhindar sari segala penyakit. Dan harapan secara khusus, proses belajar mengajar dapat berjalan dengan normal.

Sementara, Amirul Adli Asshidqi, siswa kelas 2 MI Soko, salah satu peserta vaksinasi anak mengaku semula sempat merasa khawatir begitu akan mengikuti vaksinasi. Tetapi, setelah dicoba dan disuntik vaksin, justru tidak sakit. “Rasanya seperti digigit semut, tidak sakit kok!,” kelakar Adli. Kabinda Jateng Brigjen TNI Sondi Siswanto SH MM menyatakan, vaksinasi anak usia 6-11 sengaja digelar secara door to door, salah satunya di MI Soko Kota Pekalongan. Disamping itu, secara serentak digelar vaksinasi booster di 18 wilayah Kabupaten / Kota di Prov Jateng meliputi, Kab Pekalongan, Kota Pekalongan, Kab. Tegal, Brebes, Blora, Kudus, Demak, Grobogan, Semarang, Kendal, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Banyumas dan Kab. Banjarnegara.

“Adapun target peserta vaksin dalam kesempatan ini sebanyak 23.000 dosis,” jelasnya. Jenis vaksin yang dipergunakan bagi anak sendiri, kata dia, jenis sinovac yang telah mendapatkan ijin dari BPOM/ Sementara untuk masyarakat secara door to door serta vaksinasi booster menggunakan vaksin yang tersedia dari Dinas Kesehatan. Binda Jateng sendiri mendirikan sebanyak 20 sentra vaksinasi di 18 lokasi.

“Konsep door to door merupakan konsep untuk mendekatkan pelayanan vaksin kepada masyarakat, terutama untuk membantu warga masyarakat dengan kebutuhan khusus serta memudahkan masyarakat mendapatkan vaksin. Sementara itu, vaksinasi anak juga diperlukan untuk mendukung terselenggaranya pembelajaran tatap muka serta melindungi anak dari penyebaran Covid-19,” tegasnya. Pihaknya menegaskan, bahwa vaksinasi booster diberikan gratis. Bagi masyarakat yang telah memenuhi kriteria diatas, dapat mencari informasi ke faskes terdekat untuk mendapatkan vaksin booster.

“Percepatan vaksinasi yang dilakukan Binda Jateng sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam upaya menghadapi varian baru masuk ke wilayah. Disamping itu juga mendukung terciptanya kekebalan kelompok atau herd immunity sehingga masyarakat tahan terhadap Covid-19 yang terus bermutasi,” pungkasnya. (T09.Red)

BERITA LAINNYA