Take a fresh look at your lifestyle.

Terinfeksi PMK, 13 Sapi Mati dan 9 Ekor Dipotong

SLAWI, smpantura.com – Sebanyak 13 sapi mati akibat terinfeksi virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Tegal. Sementara itu, 9 ekor lainnya terpaksa dipotong untuk memutuskan rantai penyebaran virus PMK.

“Dari data tersebut, untuk sembuh sebanyak 75 kasus, aktif sebanya 871 kasus, mati 13 dan dipotong 9 kasus. Sedangkan untuk baru saat ini ada 9 kasus,” kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPTan) Kabupaten Tegal, Sugiyanto, Kamis (30/6).

Dikatakan, data pada Rabu (29/6) terdapat hewan ternak yang terinfeksi PMK sebanyak 968 kasus. PMK tidak hanya pada sapi, namun juga pada hewan ternak lainnya seperti kambing dan kerbau. Namun sejauh ini dari kasus PMK, yang paling banyak terkena PMK adalah hewan ternak sapi.

“Sapi lebih rentan tertular atau terkena PMK. Makanya untuk vaksinasi kali ini lebih diprioritaskan pada hewan sapi,” ungkapnya.

Dari pendataan yang dilakukan KPTan, lanjut dia, peta persebaran PMK di Kabupaten hampir diseluruh kecamatan. Dari kasus ini, terbanyak di Kecamatan Margasari, yakni mencapai 199 kasus, Kemudian di Kecamatan Bojong ada 144 kasus dan Kecamatan Kramat ada 120 kasus.

“Tiga daerah ini memang banyak petani ternak. Untuk kecamatan lain jumlahnya masih di bawah 90 kasus,” ujarnya.

Senada dikatakan oleh salah seorang dokter hewan KPTan Kabupaten Tegal, Andreas Brampambuka Surya. Menurutnya, dari kasus PMK, ada sejumlah hewan ternak yang mati dan juga terpaksa dipotong atau disembelih.

“Iya betul, hewan ternak yang disembelih itu juga karena terkena PMK. Untuk dagingnya juga bisa dikonsumsi asalkan dimasak yang matang. Dan untuk diketahui, PMK itu tidak menular kepada manusia,” pungkasnya. (T05-Red)

 

 

 

 

 

 

 

BERITA LAINNYA