Take a fresh look at your lifestyle.

Kemenkes Uji Coba Layanan Telemedicine di RSUD Kardinah

TEGAL, smpantura.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, mulai mengujicobakan layanan telekomunikasi untuk informasi dan pelayanan medis jarak jauh (telemedicine) di RSUD Kardinah, Kota Tegal.

Itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama uji coba telemedicine antara BPJS Kesehatan Cabang Tegal dengan RSUD Kardinah Kota Tegal dan Puskesmas Tonjong, di Kantor BPJS setempat, Jumat (13/5).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tegal, Yusef Eka Darmawan mengatakan, Telemedicine bukanlah hal baru dalam dunia kesehatan Indonesia. Layanan ini sudah diujicobakan Kemenkes sejak 2020 lalu.

Saat ini layanan Telemedicine diperluas hingga ke Jawa Tengah, khususnya wilayah Kota Tegal dan Kabupaten Brebes yang menjadi salah satu faskes pilot project.

“Saat uji coba mendapat respon positif baik dari peserta JKN maupun fasilitas kesehatan. Hal itu mendorong Kemenkes untuk memperluas cakupan uji coba hingga ke daerah terpencil sebagai upaya pemenuhan terhadap amanah Pasal 65 ayat (1) dan (2) Perpres 82/2018,” terang Yusef.

Definisi telemedicine, lanjutnya, adalah pemberian pelayanan kesehatan jarak jauh oleh profesional kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Itu meliputi pertukaran informasi diagnosis, pengobatan, pencegahan penyakit dan cedera, penelitian dan evaluasi serta pendidikan berkelanjutan penyedia layanan kesehatan untuk kepentingan peningkatan kesehatan individu dan masyarakat.

Sementara, Direktur RSUD Kardinah, drg Agus Dwi Sulistyantono menyatakan kesanggupannya untuk menjadi faskes rujukan pertama di Kota Tegal yang menerapkan layanan kesehatan jarak jauh ini.

Bahkan, layanan tersebut telah diterapkan di RSUD Kardinah sejak dua tahun silam. Menurut Agus, layanan telemedicine, telekonsultasi, teletopografi, tele radiologi menjadi salah satu tuntutan yang perlu dikembangkan.

“Efek kemudahan menjadi penting, sehingga masyarakat tidak perlu lagi repot-repot datang ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan kesehatan dan ini mulai dari aspek diagnosis, aspek terapi sampai dengan konsultasi bisa dilakukan,” tandasnya.

Diketahui telemedicine yang mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kota Tegal ini fokus pada pemberdayaan pasien, yakni meningkatkan aksesibilitas peserta terhadap layanan Kesehatan dengan menghilangkan hambatan geografis dan non-geografis pada kasus tertentu.

Kehadiran layanan telemedicine diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan kepada peserta, bukan menggantikan layanan standar yang ada selama ini. (T03-red)

BERITA LAINNYA