Take a fresh look at your lifestyle.

Disdukcapil dan Kantor Imigrasi Semarang Kolaborasi Jemput Bola Pembuatan Paspor

TEGAL, smpantura.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal, memfasilitasi pembuatan paspor elektronik untuk sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal.

Pembuatan paspor itu digagas Disdukcapil bersama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, dengan melakukan jemput bola pembuatan Paspor. Ujicoba itu dilakukan di Pringgitan Rumah Dinas Wali Kota Tegal, Kompleks Balaikota setempat, Kamis (24/2) kemarin.

Kepala Disdukcapil Kota Tegal, Basuki menyebut, jemput bola dilakukan untuk mempermudah kepengurusan paspor, baik biasa maupun elektronik. Nantinya, layanan itu akan diinovasi menjadi mall pelayanan publik.

“Saat kawasan City Walk jadi, tidak menutup kemungkinan jemput bola pembuatan paspor bisa dilakukan di sana. Sejauh ini masih kita uji coba untuk persiapan di tahun 2023,” ujarnya saat ditemui, Jumat (25/2).

Sementara itu, Kepala Sub Sesi Pelayanan Dokumen Perjalanan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Febrian Noor Iqtifar mengatakan, untuk membantu masyarakat memiliki paspor, pihaknya terus mengintensifkan layanan jemput bola.

Program layanan ini diklaim mampu mempermudah proses pembuatan paspor. Bahkan, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono bersama sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkot Tegal, menjadi salah satu yang memanfaatkan program inovasi Si Jempol Semar atau Imigrasi Jemput Bola Semarang.

Menurut Febrian, program unggulan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) tersebut banyak dimanfaatkan masyarakat sejak dirilis pada 2020 lalu.

“Sejauh ini sudah ada sekitar 1.000 orang lebih yang kita layani dengan Si Jempol Semar. Jumlah ini tersebar di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Semarang,” ungkap Febrian disela melakukan perekaman biometrik di Pringgitan Rumah Dinas Wali Kota Tegal, Kamis (24/2).

Rian demikian dia akrab disapa, menyebutkan bahwa layanan Si Jempol Semar dapat dimanfaatkan oleh pemohon paspor penyandang disabilitas atau sakit dengan kriteria tertentu.

Dengan begitu, pemohon tidak perlu datang ke kantor untuk pengambilan foto biometrik dan sidik jari, karena petugas akan langsung datang ke rumah pemohon.

“Layanan ini juga bisa dimanfaatkan untuk pejabat pemerintah. Namun, kita prioritaskan bagi pemohon yang sakit, penyandang disabilitas dan masyarakat lanjut usia,” tukasnya.

Adapun persyaratan yang dilakukan yakni pemohon dapat mengajukan permohonan dan menunggu jawaban dari Kantor Imigrasi. Kemudian, pemohon diminta menyediakan tempat, jaringan internet dan kelistrikan.

“Biaya untuk pembuatan paspor biasa berkisar Rp 350 ribu, paspor elektronik atau e-Paspor Rp 650 ribu. Sedangkan untuk layanan percepatan paspor selesai pada hari yang sama dikenakan biaya Rp 1 juta,” ucap Rian. (T03-red)

BERITA LAINNYA