Take a fresh look at your lifestyle.

Tahapan Pemilu Tahun 2024 Dimulai Bulan Juni 2022

PEMALANG – Berdasarkan Undang Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan umum (Pemilu) tahapan dimulai minimal 20 bulan sebelum pencoblosan. Berdasarkan UU tersebut diperkirakan tahapan Pemilu dimulai sekitar bulan Juni tahun 2022, hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemalang, Mustaghfirin, kemarin.

“Dari hasil rapat dengan pendapat antara penyelenggara Pemilu, yaitu KPU, Bawaslu dan DKPP, dengan pemerintan dan legislatif diputuskan bahwa Pemliu tahun 2024 digelar pada tanggal 14 Februari. Namun untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau Pilkada rencananya digelar pada tahun yang sama tetapi bulannya berbeda, tepatnya tanggal 27 November 2024,” ujar Mustaghfirin.

Ia mengatakan, dari hasil rapat dengan pendapat sudah ada titik temu terkait dengan penyepenggaraan Pemilu dan Pilkada tahun 2024. Hal yang penting yaitu adalah kesepakatan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada, sebab berpengaruh terhadap tahapan yang akan dilaksanakan. Meskipun sudah disepakati antara penyenggara Pemilu, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang tanggal pelasanaannya, tetapi perlu ditetapkan terlebih dahulu oleh KPU. Pihaknya sampai sekarang masih menunggu penetapan dari KPU, sebab apabila sudah ditetapkan, maka sudah dinilai sebagai pedoman resmi untuk melangkah ketahapan selanjutnya. Diperkirakan tahapan Pemilu dimulai sekitar bulan Juni atau 20 bulan dihitung mundur dari pelaksanaan pencoblosan nanti. Tahapan Pemilu akan dimulai dari KPU Pusat, sedangkan untuk daerah menyesuaikan regulasi yang dibuat oleh pusat. Tahap awal itu adalah proses penyusunan regulasi, jadi ada tahapan persiapan penyusunan regulasi dan persiapan anggaran, juga ada proses sosialisasi yang bisa dimulai di bulan Juni. Apabila mengacu pada rencana tahapan yang hingga saat ini belum dijelaskan secara rinci oleh KPU, beberapa proses awal seperti perencanaan program dan anggaran, penyusunan peraturan KPU, hingga sosialisasi diperkirakan digelar mulai lima bulan mendatang.

“Untuk Pemilu serentak yang digelar pada 14 Februari 2024 nanti, masyarakat atau pemilih diperkirakan mendapatkan lima surat suara. Lima surat suara tersebut untuk memilih presiden dan wakil presiden, DPR, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewa Perwakila Rakyat Daerah (DPRD) provinsi, dan DPRD kabupaten/kota,” jelasnya.

Dia mengatakan, untuk Pilkada serentak yang diselenggarakan pada tanggal 27 November 2024 mendatang hanya memilih, gubernur dan wakil gubernur, serta Bupati dan wakilnya atau walikota serta wakilnya. Sebelumnya, pemerintah dan DPR serta KPU menyepakati Pemilu pada 14 Februari 2024, dan Pilkada serentak 27 November 2024 saat raker di DPR, Senin (25/1/2022) sekaligus mengakhiri perbedaan pendapatan mereka sejak pertengahan 2021.(T08-red)

BERITA LAINNYA