Take a fresh look at your lifestyle.

Disiapkan Lahan Untuk Relokasi 80 Keluarga di Desa Dermasuci

SLAWI,smpantura.com- Pemkab Tegal akan mengupayakan merelokasi 80 kepala keluarga warga Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal yang rumahnya rusak berat akibat tanah bergerak.

Bupati Tegal Umi Azizah, Senin (21/2) menyampaikan, mereka akan direlokasi di lahan yang telah dibeli Pemkab Tegal pada tahun 2018 silam. Lahan tersebut memiliki luas 7.712 meter persegi.

“Yang pasti untuk mereka yang rumahnya tidak layak dihuni, rumahnya harus direlokasi seperti kejadian  pada tahun 2017. Pada tahun 2017 Pemkab Tegal melalui Gerakan Ngrogoh Kantong Wehna Wong , membeli tanah seluas 2.000 meter persegi. Dan pada tahun 2018 dialokasikan dana APBD membeli tanah seluas 7.712 meter persegi. Ini akan kami manfaatkan,”jelas Umi saat ditemui usai menghadiri Pengukuhan Dewan Kebudayaan dan Kesenian di Gedung Rakyat Kabupaten Tegal, Senin (21/2).

Umi menyebutkan telah memerintahkan Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal untuk segera melakukan pengukuran . “Sudah perintahkan Sekda untuk segera mengukur, cukup untuk berapa dibuat macam los-los,  80 KK harus direlokasi,”tutur Umi.

Kepada Kepala Desa Dermasuci,Umi juga meminta agar ada intervensi Kades saat warga hendak membangun rumah. “Pastikan bangunan menempati tanah yang stabil, tanah-tanah yang sudah labil tidak boleh dibangun lagi,nanti toh yang repot  pemerintah desa dan pemda juga. Peristiwa ini ketika tejadi hujan lebat, tidak aman,kaena kajian Badan Geologi kan seperti itu ,”ungkapnya.

Selain Desa Demasuci, bencana tanah bergerak juga tejadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Data dari pemerintahan desa, ada 210 rumah yang rusak akibat bencana tersebut. Diantaranya 76 rumah rusak ringan, 82 rumah rusak sedang dan 52 rusak berat.

Umi menegaskan, untuk menanggulangi bencana tersebut, harus  ada gerakan bersama antara elemen masyarakat Kabupaten Tegal. Hutan-hutan yang saat ini gundul harus ditanami tanaman keras.

“Ada alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian, juga alih fungsi lahan menjadi rumah, otomatis resapan air kurang. Disisi lain, pola buang sampah masyarakat belum sesuai. Masih banyak yang buang sampah di sungai, sehingga terjadi pendangkalan sungai,”imbuhnya.

Untuk itu, kata Umi, harus ada gerakan pilah sampah dari rumah, membuat lubang biopori dari masing-masing keluarga, juga gerakan reboisasi.

Selain mengguanakan dana CSR, penanganan bencana tersebut juga menggunakan bantuan tidak terduga. Pemkab Tegal juga telah mengetuk hati para ASN dan perusahaan swasta untuk menghimpun dana melalui gerakan Ngrogoh Kantong Wehna Wong . (T04-Red)

BERITA LAINNYA