Take a fresh look at your lifestyle.

ACT Tegal Berikan Trauma Healing di Pengungsian Dermasuci

SLAWI, smpantura.com – Aksi Cepat Tanggap (ACT)-Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Tegal, memberi trauma healing kepada anak-anak korban bencana tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah.

Bersama para relawan Dinas Sosial (Dinsos) dan PMI Kabupaten Tegal, mereka memberikan berbagai permainan dan kegiatan seru, Sabtu (19/2) siang.

Divisi Program ACT Tegal, Hamzah mengatakan, sebagai aksi lanjutan, trauma healing harus selalu dilakukan dan dirutinkan untuk mencegah kebosanan, sehingga muncul pula tingkat stres pada anak-anak dan para orang tua.

“Sejak awal kita sudah turun ke lokasi, untuk meninjau kondisi jalan, rumah serta kondisi posko pengungsian,” beber Hamzah.

Selain itu, Tim ACT-MRI telah ikut serta dalam emergecy response bencana tanah bergerak, dengan menyerahkan bantuan dan ikut serta bergabung membersamai kegiatan trauma healing untuk anak-anak.

“Saya merasa senang karena ada kakak-kakak relawan yang mengajak kami bermain,” ujar Alif salah satu anak penyintas yang tinggal di Posko Pengungsian.

Diketahui, bencana tanah bergerak yang melanda Desa Dermasuci, terjadi pada Sabtu (12/2) pekan lalu. Intensitas hujan tinggi mengakibatkan tanah terus mengalami pergerakan.

Data terakhir pada Jum’at (18/2) terdapat 245 unit rumah warga mengalami kerusakan sedang hingga berat. Sebanyak 861 jiwa terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

“Beberapa warga juga mengungsi ke rumah kerabatnya. Sebagian berada di pengungsian SDN 01 Dermasuci,” sambung Hamzah.

Lebih lanjut Hamzah menerangkan, setiap hari warga dan anak-anak menghabiskan waktu hanya di dalam posko dan sekitaran tempat pengungsian. Aktivitas anak-anak yang biasa bersekolah pun kini terhenti.

“Inilah yang membuat kita sadar bahwa anak-anak harus selalu dibekali aktivitas yang menyenangkan setiap hari untuk mengisi waktu luangnya guna menghindari stres dan kebosanan,” timpalnya.

Selain itu, Tim ACT dan relawan juga berencana memberikan trauma healing kepada ibu-ibu dan orangtua yang terdampak. Sebab, banyak di antara mereka yang kehilangan aktivitas rutin, seperti berjualan, memasak dan lainnya. (T03-red)

BERITA LAINNYA