Take a fresh look at your lifestyle.

PWI Tegal dan Ibu Suri Salurkan Bantuan ke Korban Tanah Bergerak

TEGAL, smpantura.com – Belasan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota dan Kabupaten Tegal, melakukan bakti sosial dalam rangka Hari Pers Nasional Tahun 2022 dan HUT ke-76 PWI.

Bersama seorang pengusaha, Dede Loui, para wartawan memberikan bantuan kepada korban tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah dan Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Selasa (15/2).

Perempuan yang juga pernah menjadi wartawan sebuah radio nasional ini mengatakan, dirinya bersama pengurus dan anggota PWI Tegal, terketuk hatinya untuk memberi sumbangsih kepada para warga yang tengah dilanda bencana.

“Selain melakukan kegiatan jurnalistik, wartawan juga memiliki rasa empati dan kepedulian tinggi. Kita bisa berbagi dan bisa juga menjadi sahabat masyarakat dalam segala situasi,” kata Dede yang juga Ketua Paguyuban Agen Elektronik Link Perbankan (PaeLink).

Dede yang akrab disapa Ibu Suri ini menambahkan, bantuan logistik berupa sabun mandi, obat nyamuk oles, hand sanitizer, pampers dan pembalut, diharapkan dapat bermanfaat. Mengingat tidak sedikit pengungsi yang merupakan wanita dan anak-anak.

Sementara itu, Kepala Desa Dermasuci, Mulyanto menyebut, bencana tanah bergerak masih terjadi, sehingga jumlah rumah yang rusak maupun warga yang mengungsi terus bertambah.

Data terbaru, jumlah rumah rusak bertambah dari 238 menjadi 248 unit. Terdiri dari rusak ringan 60 unit, rusak sedang 85 unit dan rusak berat sekitar 103 unit.

“Sampai sekarang sudah ada 320 jiwa dari 106 kepala keluarga yang mengungsi,” terangya.

Sedangkan di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, juga ada sekitar 200 rumah rusak akibat tanah bergerak yang terjadi pada pertengahan pekan lalu.

Kasi Pelayanan Desa Padasari, Juberi mengatakan, setidaknya ada 210 rumah rusak mulai dari ringan hingga berat.

“Ada 210 rumah yang rusak. Pergerakan tanah sudah mulai terasa sejak Januari musim hujan namun belum begitu terasa. Kemudian ternyata meluas sampai hari ini,” kata Juberi.

Juberi mengatakan, tanah bergerak sudah cukup lama tidak terjadi. Dalam ingatannya, peristiwa tanah bergerak pernah terjadi di tahun 1982 dan 1992. (T03-red)

BERITA LAINNYA