Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Tegal dan LAN RI Pamerkan 115 Karya Inovasi

SLAWI,smpantura.com Pemerintah Kabupaten Tegal bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia menggelar ekspos inovasi pelayanan publik Kabupaten Tegal dalam rangka laboratorium inovasi tahap display di Gedung Dadali, Senin (31/1)
Ekspos tersebut sebagai tindak lanjut dari tahap peluncuran 115 inovasi pada November 2021 lalu.

Sebanyak 115 karya inovasi dari OPD, UPTD dan BUMD Kabupaten Tegal dan produk UMKM dipamerkan hari itu. Diantaranya Jalabia atau jualan bareng Umi-Ardie , strategi pemasaran produk UMKM oleh Bupati dan Wakil Bupati Tegal melalui media sosial, inovasi dari Bagian Prokompin Setda, Si Mantap Baja sistem pemantauan tahapan pengadaan barang dan jasa inovasi dari Pengadaan barang dan jasa Setda yang bertujuan memudahkan pemantauan pengadaan barang dan jasa, E-retribusi inovasi dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM dan inovasi.

Pada pameran itu 11 Puskesmas menampilkan karya inovasi diantaranya Beri Asuhan Langsung Kunjungan Keluarga Rawan atau Balakurawa dari Puskesmas Balapulang, Pawon Simbok untuk penanganan stunting dari Puskesmas Kramat , Aksi Tanggap Tangani Masalah Giza atau Sigap Tangi dari Puskesmas Bumijawa, Sehat Jasmani dan Ruhani atau Seruni dari Puskesmas Jatinegara.

Sementara produk UMKM yang dipamerkan seperti sepatu bordir, eco print, batik tulis khas Tegal, dan aneka makanan ringan.

Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo hadir secara virtual menyampaikan ekspos atau festival inovasi pelayanan publik merupakan acara yang stategis dan bermanfaat bagi seluruh yang hadir dan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan satu forum akuntabilitas publik yang penting. Ajang kali ini merupakan ajang yang sifatnya terbuka untuk setiap anggota masyarakat dalam rangka pelayanan publik yang diberikan oleh Pemkab Tegal pada masyarakat .
“Mereka bisa hadir dan menikmati secara langsung dan bisa mengkritik secara langsung apabila ada sesuatu yang dianggap tidak tepat.

“Festival inovasi atau ekspos inovasi adalah ajang akuntabilitas publik tertinggi bagi suatu instansi pemerintah,” terang Tri Wahyu.

Menurut Tri Wahyu, apa yang dilakukan merupakan bukti keberhasilan dan keberhasilan, psebesar apapun harus disyukuri dan dibagikan kepada orang lain.

Ada dua hal yang dipertegas Tri Wahyu.terkait keberhasilan Kabupaten Tegal. Pertama, Kabupaten Tegal melakukan lompatan yang luar biasa. pada tahun 2021 dinobatkan sebagai salah satu Kabupaten terinovatif di Indonesia.
Dengan inovasi yang dilakukan terbukti apa yang sebelumnya tidak mungkin menjadi mungkin.

Selain sebagai wujud rasa syukur, ajang ini juga sebagai ajang inspirasi bagi orang lain dan OPD lain yang belum menunjukan karya-karyanya. Selain itu bagi daerah lain untuk mengikuti Kabupaten Tegal sebagai daerah terinovatif.

Dalam rangka memberikan inspirasi ini, Tri Wahyu menegaskan pentingnya kampanye inovasi.

“Kampanye yang paling efektif adalah inovasi itu sendiri,”sebutnya.

Sementara itu, Bupati Tegal menyampaikan bahwa di tengah upaya menangani pandemi Covid-19, Kementerian Dalam Negeri kembali memberikan anugerah penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Tegal sebagai kabupaten terinovatif di ajang Innovative Government Award 2021.

Perolehan tersebut, menurut Umi tidak lepas dari peran Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, khususnya di Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara, dalam memberikan bimbingan dan panduannya kepada Pemkab Tegal dalam menyusun dan merancang inovasi.

    1. “Alhamdulillah kami termasuk dalam sepuluh kabupaten yang dinilai terinovatif dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.

“Kiranya capaian ini menjadi motivasi kami bersama untuk terus melakukan berbagai upaya perbaikan dan penyesuaian agar inovasi yang dikembangkan benar-benar bermanfaat, berfungsi efektif dalam menunjang pelayanan publik di organisasi perangkat daerah,” ungkap Umi.

Dalam kesempatan itu, Umi menyambut baik kesempatan kerjasama dengan LAN RI ini untuk lebih meningkatkan daya saing daerah berbasis inovasi melalui konsep Laboratorium Inovasi.

“Harapan kami tentu 115 inovasi bisa dipertahankan, syukur bisa menambah lagi inovasinya, sehingga semakin bervariasi. Tadi saya sudah memantau satu per satu, dan ada yang langsung saya beri catatan dan lain sebagainya. Intinya kedepan lebih terukur yaitu pra inovasi dan pasca inovasi apa manfaatnya untuk masyarakat,” jelasnya. ((T04-Red)

 

BERITA LAINNYA