Take a fresh look at your lifestyle.

Pemkab Diminta Beli Tanah di Eks Lokalisasi Peleman

SLAWI, smpantura.com – Pemkab Tegal diminta membeli tanah eks lokalisasi Peleman, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. Kendati sudah ditutup secara permanen tahun 2017 lalu, namun tempat tersebut diduga masih beroperasi.

“Jika dibeli Pemkab, maka praktik prostitusi bisa dihilangkan,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal asal Suradadi, Bakhrun, Kamis (3/2).

Politisi PKS itu mengaku prihatin dengan informasi masih beroperasinya lokalisasi Peleman. Hal itu mencuat saat ditemukannya mayat seorang wanita di lokalisasi tersebut usai ngamar dengan seorang lelaki, beberapa waktu lalu. Hal itu dinilai menjadi cambuk bagi Pemkab Tegal agar kembali serius menangani eks lokalisasi Peleman tersebut.

“Seperti di lokalisasi Doli Surabaya. Pemerintah setempat membeli tanah di lokasi itu, sehingga praktik prostitusi bisa hilang selamanya,” bebernya.

Menurut dia, Pemkab Tegal setelah membeli tanah itu bisa dijual atau disewakan ke investor, karena lokasi itu merupakan wilayah industri. Sementara itu, di lokasi Peleman juga sudah banyak berdiri pabrik, sehingga lebih mudah untuk menarik investor.

“Bisa juga dijadikan tempat wisata atau rest area yang bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat sekitar,” ujar Bakhrun.

Eks lokalisasi Peleman, lanjut dia, berdekatan dengan RSUD Suradadi. Dengan dibelinya tanah itu oleh Pemkab Tegal, tanah itu bisa dibangun untuk rumah dinas RSUD Suradadi.

“RSUD Suradadi juga butuh rumah dinas,” katanya.

Ditambahkan, lokasi Peleman juga bisa digunakan untuk rumah sakit jiwa. Hal itu mengingat kebutuhan rumah sakit itu sangat tinggi. Sedangkan, rumah sakit jiwa di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya, tidak banyak rumah sakit yang melayani ganguan jiwa. Sementara itu, orang yang mengalami gangguan jiwa di wilayah Kabupaten Tegal cukup banyak.

“Jika ada rumah sakit jiwa di wilayah pantura yang dikelola pemerintah, saya yakin akan jadi rujukan daerah di wilayah sekitar,” pungkasnya. (T05-Red)

 

BERITA LAINNYA