Take a fresh look at your lifestyle.

Warga Antusias Saksikan Balon Udara

PEKALONGAN, smpantura.com-Beragam motif dan warna-warni balon udara kembali menghiasi langit di Kota Pekalongan pada “Balloon Atraction Pekalongan”, Minggu (7/5). Warga sangat antusias bisa menyaksikan kembali tradisi tahunan tersebut setelah dua tahun terhenti karena pandemi Covid-19.

Ribuan warga Kota Pekalongan dan sekitarnya berdatangan ke Lapangan Mataram untuk menyaksikan balon udara tertambat. Ada 32 tim yang menerbangkan balon udara tambat pada acara itu.

“Saya sangat senang bisa melihat balon udara lagi” kata Umi Evahayati (35), warga Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan yang datang bersama suaminya.

Umi mengaku tidak pernah absen melihat acara yang biasanya diselenggarakan saat syawalan atau tujuh hari setelah Lebaran itu. “Waktu di Stadion Hoegeng tahun 2019, saya juga melihat,” sambungnya.

Senada disampaikan Mohammad Ramadhana (13), warga Kuripan Lor, Kelurahan Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. “Bagus-bagus balonnya. Kalau ada acara seperti ini, saya selalu datang,” kata dia.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid bersyukur tradisi menerbangkan balon udara yang ditambatkan bisa kembali diselenggarakan. “Event menerbangkan balon udara tambat ini jarang sekali sehingga Komunitas Sedulur Balon perlu diwadahi untuk memeriahkan acara syawalan di Kota Pekalongan,” terangnya.

Ia berharap, Pemkot Pekalongan dan AirNav Indonesia bisa memfasilitasi penyelenggaraan acara serupa pada 2023 mendatang seperti tahun 2019 dan 2018.

Sementara itu, Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia Bambang Rianto mengatakan, AirNav mendukung festival balon udara tertambat yang diselenggarakan Komunitas Sedulur Balon Pekalongan.

“Kami sangat menghormati kearifan lokal masyarakat. Kegiatan ini sifatnya positif karena merupakan representasi ekspresi semangat kebersamaan, yaitu semangat gotong royong masyarakat untuk menjaga keselamatan masyarakat, khususnya di bidang operasional penerbangan,” paparnya.

Peraturan Menteri Pehubungan Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat menyebutkan, penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat wajib ditambatkan. Menurut Bambang, menerbangkan balon udara secara ditambatkan memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan penerbangan. “Dengan menerapkan regulasi ini, tradisi masyarakat dapat tetap dilestarikan tanpa harus mengancam keselamatan masyarakat yang lain,” sambungnya.

Pada acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama “tidak akan melepaskan balon udara secara liar” oleh seluruh peserta, Forkopimda Kota Pekalongan dan instansi terkait. “Hal ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat di daerah lain. Menerbangkan balon udara secara liar bisa membahayakan

keselamatan penerbangan. Karena itu, kita ikat komitmen teman-teman di sini untuk dapat konsisten dalam hal kepatuhannya pada regulasi,” tambahnya.

Muhammad Anis, Kepala Seksi Fasilitas dan Pelayanan Bandar Udara Kantor Otoritas Bandar Udara Kelas I Wilayah III Juanda Surabaya, Ditjen Perhubungan Udara menambahkan, selain di Kota Pekalongan, juga ada enam kegiatan serupa digelar di Wonosobo dan satu di Kabupaten Pekalongan. “Kegiatan ini dalam rangka meminimalkan penerbangan balon liar,” terangnya. (P07-red)

BERITA LAINNYA