Take a fresh look at your lifestyle.

Minyak Goreng Mulai Langka di Brebes

BREBES,smpantura.com – Stok minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Brebes, kini mulai mengalami kelangkaan. Kondisi itu membuat masyarakat resah, karena mereka kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok tersebut.

Pantauan di Pasar Induk Brebes, dari sejumlah toko yang menjual minyak goreng baik jenis curah dan kemasan kehabisan stok. Akibat kondisi itu, banyak calon pembeli yang datang terpaksa harus kecewa. Bahkan, calon pembeli itu ternyata sudah mencari minyak goreng ke beberapa pasar tradisional yang ada di Kota Brebes, ternyata juga stoknya kosong.

Gito (34), seorang calon pembeli minyak goreng mengaku, sudah berkeliling ke tiga pasar tradisional yang ada di Brebes, ternyata stoknya kosong. Padahal, minyak goreng itu dibutuhkan untuk usaha makanan. Ia kebingungan harus mencari minyak goreng ke mana lagi. Jika kekosongan stok itu berlangsung lama, usahanya bisa berhenti produksi. “Saya sudah muter ke Pasarbatang, Pasar Limbangan Wetan dan Pasar Induk, semuanya stok minyak goreng kosong. Saya coba ke minimarket juga masih kosong,” terangnya, Rabu (16/2).

Hal senada dikatakan Nur Hikmah (37), ibu rumah tangga sekaligus pemilik warung makan. Ia menuturkan, kesulitan mencari minyak goreng sejak tiga hari terakhir. “Sudah dari hari Senin susah banget beli minyak goreng. Di toko modern, hanya dibatasi maksimal beli dua liter tapi kehabisan stok juga,” ujarnya.

Sementara itu, Anton (55), pemilik toko grosir sekaligus penjual minyak goreng di Pasar Induk Brebes mengatakan, sejak dua hari terakhir pasokan minyak goreng dari suplier memang sedang kosong. Alasannya, memang dari pihak distributor stoknya belum ada sejak Senin (14/2). Padahal, harga minyak goreng curah harganya berangsur turun tapi stoknya justru kosong. “Biasanya, toko dipasok 10 drum sehari. Tapi, sekarang lagi kosong dan banyak pelanggan kecewa. Sebab, harga turun, tapi percuma barangnya tidak ada. Kalau harga sih Rp 14.000/ liter,” ungkapnya.

Terpisah Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kabupaten Brebes, Maryono mengatakan, kelangkaan minyak goreng itu memasang dirasakan, dan bukan hanya di Brebes saja Banyak faktor yang menyebabkan kelangkaan itu, salah satunya adalah kenaikan harga minyak nabati sawit sebagai bahan baku utama minyak goreng di tingkat dunia. “Karena kenaikan CPO (Crude Palm Oil-red), berdampak pada lonjakan harga minyak goreng curah maupun kemasan yang hampir merata di semua pasar tradisional Brebes,” ungkapnya.

Di samping itu, kata dia, minyak goreng sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Namun demikian, dia mengklaim, pasokan minyak goreng curah dan kemasan masih aman di pasaran. “Untuk kelangkaan sepertinya tidak ada. karena di salah satu distributor minyak goreng setiap minggu masih menerima distribusi,” terangnya. (T07-red)

BERITA LAINNYA