Take a fresh look at your lifestyle.

Khristanto Ciptakan Aplikasi 100 % Bisa Membaca, Peroleh Sertifikat HAKI

BREBES, smpantura.com – Khristanto (70), warga Kota Baru Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan/ Kabupaten Brebes, berhasil memperoleh sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual atau HAKI atas karyanya berupa aplikasi 100 % Bisa Membaca. HAKI yang diperoleh Khristanto berupa sertifikat hak cipta atau Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementrian Hukum dan HAM.

Sertifikat hak cipta tersebut diserahkan Kepala Baperlitbangda Kabupaten Brebes melalui Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Nurul Hidayat, di ruang rapat Mangrove Baperlitbangda Kabupaten Brebes (15/2). Turut hadir utusan dari Bappeda Provinsi Jawa Tengah, jajaran staf dan fungsional Baperlitbangda Kabupaten Brebes.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Nurul Hidayat, mengatakan, sertifikat hak cipta yang diberikan kepada Khristanto merupakan hasil keikutsertaannya pada lomba kreativitas dan inovasi (krenova) tahun 2021 lalu. Saat itu, Khristanto bersama 4 peserta lain dari Kabupaten Brebes tercatat sebagai peserta lomba krenova tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dari 5 peserta asal Brebes, yang memenuhi persyaratan penjurian sebanyak 3 orang termasuk Khristanto. Setelah diadakan penilaian tim juri krenova, Khristanto berhasil masuk sebagai nominator 40 peserta terbaik se Jawa Tengah.

“Kepada yang berhasil masuk nominasi tersebut, Bappeda Provinsi Jawa Tengah memberikan reward berupa fasilitasi pengusulan HAKI berupa hak cipta atau Surat Pencatatan Ciptaan kepada Kementrian Hukum dan HAM,” jelasnya.

Karya Khristanto itu, lanjut dia, berupa Aplikasi 100 % Bisa Membaca yang masuk dalam kelompok inovasi bidang pendidikan. Aplikasi tersebut merupakan alat bantu anak-anak dalam belajar membaca. Khristanto yang juga pensiunan guru SD menciptakan Aplikasi 100 % Bisa Membaca karena terdorong rasa prihatin terhadap kondisi yang tengah melanda dunia dan bangsa Indonesia, yakni pandemi Covid-19. Di rumahnya, ia membuka kursus membaca bagi anak-anak. Peserta mencapai seribu anak setiap tahunnya. Di masa pandemi ini, Khristanto menutup sementara tempat kursusnya tersebut. “Oleh karena itu, ia berinisiatif menciptakan sesuatu yang bermanfaat di saat dirinya tidak bisa memberikan ilmunya secara langsung,” ujarnya.

Menurut Khristanto, maksud diciptakannya aplikasi 100 % Bisa Membaca, untuk bisa membantu orang tua di dalam mengajari anaknya belajar membaca. Diharapkan, melalui aplikasi tersebut, orang tua di masa pandemi ini bisa menjadi guru membaca bagi anak-anaknya. Aplikasi 100 % Bisa Membaca bisa diperoleh secara gratis melalui google playstore. (T07-red)

BERITA LAINNYA