Take a fresh look at your lifestyle.

Kesal Jalan Rusak, Warga di Banjarharjo Lakukan Aksi Ini

BREBES, smpantura.com – Kerusakan parah di jalan penghubung antara Desa Pareja-Tiwulandu-Cigadung-Cikakak di Kecamatan Banjarhajo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, membuat warga naik pitam. Lantaran kesal atas kondisi ini, warga dari empat desa itu melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak, kemarin.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan aksi teatrikal mencari ikan dan memancing di kubangan jalan. Aksi turun jalan ini dilakukan warga sekitar pukul 09.00, dan menjadi tontonan pengguna jalan yang melintas.

“Ini sebagai bentuk rasa kecewa masyarakat Banjarharjo terhadap rusaknya jalan kabupaten yang tak kunjung ada perbaikan dan dibiarkan saja selama ini,” ungkap Riyadi, salah seorang warga peserta aksi.

Menurut Kepala Desa Parereja, Wakim, warganya terpaksa melakukan aksi turun ke jalan, karena sudah geram dengan kondisi jalan yang rusak parah. Kerusakan jalan ini, sudah terjadi sejak puluhan tahun, dan kurang mendapat perhatian. Jalan ini terakhir diperbaiki sekitar tiga tahun lalu, dengan hanya perbaikan tambal sulam.
“Ini rusaknya sudah lama. Ada puluhan tahunan. Harusnya memang dicor beton, karena jalan kabupaten ini menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Banjarharjo,” terangnya.

Terpisah, Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes, Ridho Khaeroni menjelaskan, ruas jalan Cikakak – Banjarharjo itu mempunyai panjang total 8,56 kilometer (km).
Di tahun 2019, ruas jalan ini sudah ruas ditangani dengan alokasi anggaran Rp 6 miliar. “Kemudian,
tahun 2020 dan 2021, kami juga melakukan perbaikan di ruas jalan ini, dengan alokasi anggaran setiap tahunnya Rp 200 juta,” jelasnya.

Diakui Ridho, meski hampir setiap tahun dilakukan penanganan di ruas jalan Cikakak-Banjarharjo, tetapi memang masih belum bisa menuntaskan seluruh kerusakan yang terjadi, khususnya di Desa Parereja. Itu karena keterbatasan anggaran daerah, sehingga harus dilakukan secara bertahap. Termasuk, di tahun 2022 ini juga telah dialokasikan anggaran Rp 200 juta, yang difokuskan perbaikan di wilayah Parereja.

“Namun alokasi ini pun, belum bisa menuntaskan seluruh kerusakan yang panjangnya mencapai 1,5 km dari total panjang jalan ini 8,56 km. Ke depan, akan kami prioritaskan penanganan di ruas jalan ini,” pungkasnya. (T07-red)

BERITA LAINNYA