Take a fresh look at your lifestyle.

Kepala Disperkim dan Pedagang Taman Pancasila Adu Mulut

TEGAL – Kepala Disperkim Kota Tegal, Eko Setiyawan adu mulut dengan para pedagang Taman Pancasila di Jalan Pancasila, Kota Tegal, tadi pagi. Aksi protes pedagang itu dilakukan karena penebangan pohon yang dilakukan Disperkim masih berlanjut. Padahal, sehari sebelumnya Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro meminta penebangan pohon itu dihentikan sementara.

Aksi adu mulut bermula saat Wakil Ketua Organisasi Pedagang Eks Taman Poci (Orpeta), Romicho Johari mengetahui masih ada penebangan pohon di taman tersebut. Romicho langsung mendatangi kepala Disperkim untuk mempertanyakan soal penebangan pohon itu.

“Ketua dewan meminta untuk dihentikan, kenapa Anda masih melanjutkan penebangan,” kata Romicho.

Dengan santainya, Eko menjelaskan maksud penebangan pohon itu. Namun, Romicho dan para pedagang lainnya yang mengetahui adanya adu mulut ikut berbicara menentang kebijakan tersebut.

“Kepala Disperkim arogan, dan tidak menghormati ketua dewan,” tegasnya.

Adu mulut semakin memanas, sehingga petugas Satpol PP yang menjaga penebangan pohon itu, ikut berkumpul. Suasana semakin memanas karena para pedagang semakin banyak berdatangan. Mereka menyampaikan unek-uneknya terkait dengan upaya pembongkaran taman itu.

“Saya sudah koordinasi dengan ketua Orpeta untuk melanjutkan penebangan,” kata Kepala Diperkim yang tetap ngotot untuk melanjutkan penebangan.

Kondisi itu membuat suasana semakin memanas. Ketua Orpeta, Edi Kurniawan yang datang terlambat ikut adu mulut dengan Eko. Edi mengaku tidak pernah diberitahukan soal penebangan lanjutan itu. Baik Edo dan Edi tetap bertahan dengan pendirian masing-masih, sehingga terjadi debat kusir.

“Saya hanya menjalankan tugas. Tidak ada perintah walikota untuk menghentikan penebangan. Ketua dewan juga tidak ada koordinasi dengan saya,” tegasnya.

Usai adu mulut, Eko meminta penebangan tetap berlanjut. Sementara pedagang tidak beranjak dari lokasi penebangan untuk melihat perkembangan pembongkaran Taman Eks Poci itu. Hingga siang tadi, penebangan masih berlanjut. (Wiwit/red03)

BERITA LAINNYA