Take a fresh look at your lifestyle.

Jembatan Kaligintung Kembali Amblas, Pemkab Tegal Segera Lakukan Perbaikan

SLAWI,smpantura.com- Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Selasa (1/2) mengakibatkan Jembatan Kaligintung di ruas jalan Batuagung-Jejeg, Kecamatan Balapulang,Kabupaten Tegal kembali amblas.

Akibat tergerus arus sungai , sayap Timur Jembatan bagian Selatan dan pondasi jembatan terlihat menggantung. Sementara badan jembatan amblas sepanjang 8 meter dengan lebar 6 meter.

Akibat dari kejadian itu, akses jalan alternatif tersebut tidak dapat dilewati orang maupun kendaraan. Mereka harus memutar ke arah melewati Desa Danareja, Jembayat dan Margasari sejauh 8 Kilometer lebih.

Meninjau ke lokasi jembatan, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan, dirinya menerima kabar tentang longsornya jembatan Kaligintung sejak Selasa (1/2) malam.

“Saya harus cek kesini karena ini jembatan yang strategis yang menghubungkan warga Kabupaten Tegal yang ada di area Selatan dengan disini. Ini butuh perbaikan segera,”tutur Umi didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal Jaenal Dasmin, dan Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum , Muhammad Nuh, Rabu (2/2) pagi,

Dari tinjauan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait, seperti DPU, BPBD dan PDAB.

Seperti diketahui, di sebelah Timur Jembatan Kaligintung  terdapat pilar penyangga pipa PDAB. Bangunan tersebut menghalangi arus air yang mengalir dari Timur ke Barat. Karena terhalang pilar, air pun mengalir ke pinggir dan lama-lama menggerus pilar jembatan di sisi Utara maupun Selatan.

“Kita tahu air mengalir  ke pinggir sebelah Selatan dan Utara, sangat berpotensi menggerus bangunan yang menjadi tiang jembatan. Contohnya yang sebelah Utara, tahun lalu  longsor.Inipun masih darurat. Butuh penanganan segera,”tuturnya.

Umi menuturkan, perlunya dilakukan pembenahan terhadap pilar penyangga pipa PDAB agar tidak menghalangi jalannya arus air.

Untuk perbaikan jembatan, Umi mengatakan akan dianggarkan di tahun yang akan datang. Sementara ini akan dilakukan penanganan darurat .

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, Jaenal Dasmin mengatakan, penanganan darurat akan segera dilakukan. Diantaranya membuat selimut jembatan dan dilakukan pengurugan. Selanjutnya akan dilakukan perbaikan pasca bencana. “Kita akan hitung dulu berapa besar anggarannya,”sebut Jaenal.

Sementara itu, Kabid Jalan dan Jembatan Muhammad Nuh mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil rapat Tim Reaksi Cepat (TRC) . Setelah ada surat pernyataan bencana dari bupati, pihaknya segera menunjuk rekanan.

Amblasnya jembatan ini mengakibatkan warga kehilangan akses jalan alternatif menuju ke Desa Batuagung maupun ke Desa Jejeg, Cenggini, Cawitali, Cempakan dan Linggapura.

“Harus memutar sejauh 28 kilometer. Kalau  lewat sini paling 12 kilometer, sekarang memutar arah sejauh 28 kilometer,”terang Khariri, salah satu warga Desa Banjaranyar RT 03 RW 01 yang bekerja di Desa Cawitali. (T04-Red)

BERITA LAINNYA