Take a fresh look at your lifestyle.

IKM Tegal Dilatih Branding dan Packaging

KRAMAT, smpantura.com – Belasan IKM Kabupaten Tegal yang bergerak di bidang pangan dan batik mendapatkan pelatihan branding dan packaging oleh Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal bekerjasama dengan Yayasan Dharma Bakti Asra (YDBA) di LIK TAKARU Tegal, Rabu-Kamis (2-3/2). Diharapkan, pelatihan ini bisa meningkatkan pendapatan bagi IKM di Kabupaten Tegal.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kab. Tegal, Moh Nur Ma’mun SH MHum didampingi Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan Industri, Irsyat Sumarwanto, ST MT. Sementara itu, Pelatihan mengundang seorang praktisi, Art Director Grafis di Dunia advertising, Konsultan dan Instruktur Branding Bisnis, R Kusdini Nurdiati dari Bekasi.

“Pelatihan ini diselenggarakan berdasarkan kebutuhan IKM Kabupaten Tegal,” kata Moh Nur Ma’mun.

Menurut dia, pelatihan dan fasilitasi kemasan sudah sering diselenggarakan oleh dinas sebelum pandemi Covid-19 bekerjasama dengan Klinik Kemasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Namun selama pandemi karena terbatasnya anggaran akibat “refocussing”, untuk sementara pelatihan ini ditunda. Sebagai terobosan, dinas bekerjasama dengan YDBA menyelenggarakan pelatihan untuk memenuhi kebutuhan IKM.

“Pelatihan diikuti sebanyak 15 peserta dari IKM Pangan dan batik. Hari pertama peserta mendapatkan teori tentang apa pentingnya branding, ke mana arah branding, unsur-unsur branding, serta aturan dan unsur-unsur labelling,” terangnya.

Menurut dia, jangan pernah bilang apalah arti sebuah nama, sebab memberikan nama atau membranding sebuah produk merupakan langkah membangun identitas, serta sebagai upaya yang dilakukan untuk menunjukkan bisnis kita, siapa kita, dan untuk selanjutnya dilakukan aktivitas marketing untuk menyampaikan branding kita. Branding merupakan salah satu unsur labelling, sedangkan labeling adalah segala informasi produk yang tercantum dalam packaging atau kemasan.

“Packaging merupakan penguat brand, untuk itu biarkan kemasan yang bicara,” ujarnya.

Ditambahkan, hari kedua peserta dilatih bagaimana trik mengambil foto atau gambar produk dengan properti sederhana. Kemudian peserta dikenalkan berbagai jenis alat kemasan serta praktek membuat kemasan sederhana dengan menggunakan peralatan milik dinas. Output pelatihan ini adalah membuat dan memperbaharui desain kemasan produk masing-masing peserta, seperti mengumpulkan foto-foto hasil pengambilan gambar dengan beberapa properti, dan kemudian disupervisi oleh instruktur, pembuatan logo dan deskripsi produk. (T05-Red)

BERITA LAINNYA