Take a fresh look at your lifestyle.

Hutan Gundul, Bumijawa Dilanda Banjir

SLAWI, smpantura.com – Sejak beberapa tahun terakhir, wilayah Bumijawa, Kabupaten Tegal kerap dilanda banjir saat hujan lebat yang berlangsung berjam-jam. Ketinggian banjir mencapai pinggang orang dewasa. Hal itu disebabkan hutan di wilayah tersebut mulai gundul.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal asal Bumijawa, Rizqo Wildan Aquinaldo mengatakan, Bumijawa yang merupakan dataran tinggi, mulai dilanda banjir sejak beberapa tahun silam. Banjir melanda sejumlah wilayah di Bumijawa, diantaranya Dukuh Gupakan dan Dukuh Bandasari di Desa Bumijawa. Air yang mengalir dari wilayah hutan Gupakan itu, disebabkan hutan gundul. Hutan milik Perhutani yang mencapai hektaran tersebut, kini beralih fungsi menjadi perkebunan kentang.

“Jadi air langsung ke pemukiman, karena hutan gundul sehingga tidak ada resapan,” ujar politisi Gerindra itu.

Dijelaskan, imbas hutan gundul juga terjadi di wilayah pusat pemerintahan Bumijawa. Air dari Dukuh Gupakan menggelontor ke Kota Bumijawa sangat deras. Hal itu juga disebabkan saluran air yang sempot dan macet. Air menggenangi jalan utama Bumijawa yang menyebabkan sejumlah kendaraan terjatuh dan macet. Kondisi itu juga diperparah dengan kiriman air dari Dukuh Bandasari yang sangat deras.

“Kalau di wilayah Bumijawa ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, tapi kalau di Bandasari sampai pinggang orang dewasa. Terparah pada Jumat (28/1),” terang Rizqo.

Lebih lanjut dikatakan, air deras yang melalui jalan itu, disebabkan ukuran drainase sangat kecil. Dengan debit air tinggi, sehingga air meluap ke jalan-jalan. Pihaknya berharap adanya pembuatan drainase yang lebih besar dan normalisasi drainase. Jika hal itu tidak segera diperbaiki, maka berpotensi banjir susulan mengingat intensitas hujan masih tinggi.

“Banyak juga tebing-tebing jalan yang longsor, diantaranya di Jalan Bojong-Bumijawa, Jalan Tuwel Bojong dan sejumlah bukit di tepi jalan lainnya,” pungkasnya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA