Take a fresh look at your lifestyle.

Gedung MPP Ditargetkan Rampung Desember 2022

SLAWI, smpantura.com – Lahan untuk pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) di Jalan Ahmad Yani Procot, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, mulai dibersihkan. Pembangunan yang direncanakan mulai Juli 2022 itu, ditargetkan rampung Desember 2022. Sementara itu, uji coba operasional MPP dilaksanakan pada akhir Januari 2023.

“Pembangunan akan berlangsung mulai Juli hingga Desember 2022. Ditargetkan, soft launching untuk uji coba operasional dilaksanakan pada akhir Januari 2023,” kata Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tegal, Fakihurrokhim, Jumat (24/6).

Dikatakan, bulan Juli 2022, gedung sentra pelayanan publik prima berkonsep MPP mulai dibangun. MPP yang akan dibangun di depan Gedung PCNU Slawi itu, saat ini prosesnya sedang dalam tahap pembersihan lahan.

“Grand opening atau pembukaan layanan publik diperkirakan April 2023,” ujarnya.

Dijelaskan, setidaknya ada 22 stan pelayanan yang disiapkan di MPP, yakni dari layanan publik pemerintah daerah, instansi samping maupun vertikal, termasuk BUMN dan BUMD.

“Tipe pelayanan yang kami siapkan ada tiga jenis, yaitu direct service atau pelayanan langsung oleh setiap stan, layanan elektronik atau e-service dan layanan mandiri atau self service,” kata Fakihurrokhim.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pelayanan publik akan dipusatkan di lantai satu MPP. Sedangkan lantai dua digunakan sebagai kantor DPMPTSP. Selain berisi stan layanan, tersedia pula fasilitas penunjang di lantai satu seperti ATM center, balai nikah, ruang baca, ruang laktasi, ruang tunggu, stan layanan self service, ruang bermain anak, gerai UMKM, hingga mini bar.

“Semoga MPP yang menjadi ikon sekaligus program unggulan pertama Bupati Tegal ini bisa memberikan pelayan yang memuaskan kepada masyarakat, tanpa diskriminasi,” harapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono berharap MPP ini tidak sekedar memindahkan tempat layanan dari masing-masing unit kerja dan menyatukannya dalam satu ruangan, tapi seluruh proses bisnis dan data pelayannya terintegrasi.

“MPP ini bukan sekedar pelayanan terpadu satu pintu, satu atap, tapi untuk mewujudkan konsep one stop service harus ada integrasi, baik proses bisnis maupun data pelayanannya melalui portal,” kata Joko.

Joko pun mendukung digitalisasi layanan MPP melalui portal yang akan memudahkan masyarakat melacak dokumen yang sedang atau selesai diproses. Selain itu, operasional MPP ini juga dapat dipantau melalui dashboard pada aplikasi pengelola MPP.

“Saya minta persiapannya harus matang betul. Dari mulai kedatangan pemohon di tempat parkir, masuk ke ruang pelayanan, hingga ke luar gedung MPP harus bisa meninggalkan kesan puas,” ujarnya.

Seluruh petugas, tambah dia, harus adaptif dengan penggunaan perangkat teknologi informasi, dan yang paling penting, etika seluruh petugas pelayanannya dari front line hingga back end harus diperhatikan, dipantau dan dievaluasi secara berkala.

“Proses pembangunan gedung MPP ini harus bersih dari segala praktik korupsi,” tegasnya. (T05-Red)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BERITA LAINNYA