Take a fresh look at your lifestyle.

Fraksi PPP Segera Konsolidasi ke Kementrian PUPR

- Tangani Banjir di Kabupaten Pekalongan

KAJEN – Hampir setiap tahun, sejumlah daerah di Kabupaten Pekalongan menjadi langganan bencana banjir. Untuk itu, perlu adanya perhatian yang cukup serius supaya bencana itu tidak selalu terjadi setiap tahunnya. Menindaklanjuti hal tersebut, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Pekalongan berusaha mengupayakan yakni berkonsolidiasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selain itu juga berkoordinasi dengan pihak eksekutif, dalam hal ini Pemkab Kaupaten Pekalongan.
Demikian dikatakan Ketua Fraksi PPP Kabupaten Pekalongan, H Mirza Kholik usai menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Desa Gebangkerep Kecamatan Sragi, Selasa (08/02). Konsolidasi kepada jajaran di tingkat ;pusat maupun eksekutif Kota Santri dalam rangka percepatan penanganan banjir di wilayah kerjanya. Menurutnya, dalam menanggulangi dan menangani musibah tersebut, membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Sebab di Kota Santri, daerah daerah yang sering menjadi langganan banjir jumlah tidak sedikit dan tersebar di sejumlah kecamatan. Terutama yang berada di daerah pesisir, setiap kali cuaca ekstrim atau sering turun hujan deras dalam waktu lama, daerah itu pasti terkena banjir. Makanya kalau penangannya menggunakan anggaran dari Pemkab Pekalongan, Mirza menegaskan tidak bakal cukup.
Masalahnya masih sangat banyak kegiatan yang merupakan program kerja di Kabupaten Pekalongan yang harus dikerjakan.
”Dengan berkonsolidasi ke tingkat pusat, mudah mudahan bakal mendapatkan anggaran khusus untuk penanangan banjir di sini,” tegas dia.
Terkait kegiatan pemberian bantuan sosial kepada korban banjir, Mirza yang juga Ketua DPC PPP Kabupaten Pekalongan mengatakan sebagai bentuk empati dari jajaran pengurus partai. Warga yang masih berada di tempat pengungsian maupun yang sudah pulang ke rumahnya masing-masing, sangat membutuhkan bantuan, terutama makanan dan obat-obatan. Ada tiga lokasi yang menjadi sasaran dalam kegiatan sosial, di antaranya Desa Gebangkerep, Kecamatan Sragi, lalu Kecamatan Siwalan, dan Tirto.
Di Desa Gebangkerep, saat ini sudah tidak ada dapur umum sehingga bantuan disalurkan ke Balai Desa supaya dibagikan ke warga. Sedangkan di Siwalan dan Tirto, masih membuka dapur umum sehingga bantuan berupa bahan-bahan kebutuhan pokok serta air mineral diserahkan ke tempat tersebut.
”Khususnya di Kecamatan Tirto, masih ada sekitar 300 pengungsi sehingga kami anggarkan lebih besar,” katanya. (PO5-Red)

BERITA LAINNYA