Take a fresh look at your lifestyle.

FGPAI Brebes Desak Penambahan Formasi Guru PAI di P3K

BREBES, smpantura.com – Forum Guru Tidak Tetap Pendidikan Agama Islam (FGPAI) Kabupaten Brebes, mendesak Pemkab Brebes untuk menambah formasi guru PAI, dalam proses perekrutan Pekerja Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sebab, alokasi formasi guru PAI dalam rekrutmen tersebut dinilai timpang. Di sisi lain, nasib ratusan guru PAI yang sudah dinyatakan lolos Passing Grade SKD kelanjutannya hingga kini masih tidak jelas. Alasannya, formasi guru PAI yang tersedia hanya 65.

Ketua FGPAI Kabupaten Brebes Sugianto mengungkapkan, protes dan desakan penambahan formasi guru PAI menjadi kesepakatan bersama dalam pembentukan pengurus FGPAI. Bahkan, timpangnya perekrutan P3K formasi guru PAI dianggap tidak menghargai pengabdian guru honorer. “Jujur, banyak guru PAI yang kecewa dengan proses perekrutan guru P3K. Sebab, meski sudah banyak yang lolos passing grade ternyata percuma. Karena formasinya sangat minim,” jelasnya.

Menurut dia, berdasarkan hasil rakor FGPAI, teknis perekrutan guru P3K formasi Guru PAI sangat tidak adil. Mengingat, dari total 4.112 formasi guru yang disediakan Pemkab Brebes, porsi guru PAI hanya 8,9 persen. Bahkan, jumlah tersebut masih terbagi untuk guru PAI jenjang SD dan SMP. Sedangkan, jika diakumulasi dengan jumlah formasi P3K guru PAI hanya disediakan formasi 1,6 persen. “Padahal kebutuhan guru PAI se-Kabupaten Brebes idealnya 730 formasi. Seharusnya, formasi itu yang patut diperhatikan Pemkab,” tandasnya.

Senada dikatakan perwakilan guru PAI lainnya, Fauzi Mualif. Ia mengaku, penetapan formasi guru P3K Brebes dianggap tidak adil dan timpang. Hal itu, dibuktikan dengan formasi guru Penjasorkes yang justru berbanding terbalik. Yakni, 628 formasi atau 15,27 persen dari formasi P3K yang tersedia. “Yang membuat kecewa, Dindikpora terkesan angkat tangan terhadap nasib FGPAI. Buktinya, Dapodiknya justru menginduk di Kemenag. Padahal, sudah banyak guru PAI ikut SKD Tahap 1 dan 2 tapi gak lolos juga,” pungkasnya.

Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, Riyanto menanggapi desakan itu mengatakan, Dinas Pendidikan sebenarnya sudah mengusulkan semaksimal mungkin terkait jumlah formasi guru, termasuk bagi guru PAI. Namun demikian, jumlah formasi itu ditentukan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Brebes, dengan mengacu kemampuan keuangan daerah sebagai sumber pembayaran gaji. Untuk seleksi di tahun 2022, khusus Guru PAI terakomodir sebanyak 100 formasi. Untuk kekurangannya, sesuai hasil rapat terakhir akan dilakukan secara bertahap di tahun berikutnya. ” Jadi waktu itu sudah ada penentuan formasi dari BKPSDMD, kalau kami mengusulkan formasi ya sebanyak mungkin sesuai kebutuhannya. Tapi, ini juga tergantung dari kemampuan keuangan daerah, jadi akan dilakukan secara bertahap di tahun-tahun berikutnya,” ungkap dia. (T07-red)

BERITA LAINNYA