Take a fresh look at your lifestyle.

Dikatain Gila Gebleknya Kelewatan, Pendukung Prabowo Kabupaten Tegal Polisikan Edi Mulyadi

SLAWI, smpantura.com – DPC Gerindra Kabupaten Tegal juga ikut melaporkan Edi Mulyadi yang diduga melakukan perbuatan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong ke Polres Tegal, Kamis (27/1). Para kader tidak terima kepada Edi Mulyadi yang menghina Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra dalam chanel youtube Bang Edy Channel.

Laporan DPC Partai Gerindra Kabupaten Tegal dipimpin Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tegal, H Fatchuddin Roshid SH bersama pengurus DPC Partai Gerindra lainnya. Pelaporan tersebut juga didampingi Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tegal Ninik Budiarti dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Rudi Indrayani bersama anggota fraksi lainnya. Laporan itu diterima KBO Reskrim Polres Tegal IPTU Wahyudin bersama anggotanya.

Fatchuddin usai melaporkan mengatakan, pernyataan Edy Mulyadi tentang Prabowo menyakiti hati para kader Gerindra. Edi diduga melakukan perbuatan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat yang diduga melanggar pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau pasal 15 UU no 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

“Edi berkata-kata di luar nalar yang membuat masyarakat menjadi onar,” tegas.

Fatchuddin mengutip perkataan Edi dalam video yang diunggah pada 18 Januari 2022 pada menit ke 19:53 sampai dengan menit ke 20:09 terdapat pernyataan Edy Mulyadi yang menyampaikan ‘masak menteri pertahanan kayak begini aja gak ngerti sih pertahanan menteri pertahanannya? jenderal bintang tiga! macan yang jadi kayak ngeong! gak ngerti begini aja. Ini bicara soal kedaulatan negara bos. Gila gebleknya kelewatan gitu loh’.

“Prabowo adalah pemimpin kami. Tiba-tiba ada yang ngomong kaya gitu, kita yang dibawa tidak terima,” ucapnya.

Ditambahkan, kemarahan kader Gerindra itu dituangkan dalam laporan ke masing-masing Polres yang nantinya diteruskan ke Polda dan bermuara di Mabespolri. Pihaknya berharap kasus itu segera ditangani, dan meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berbicara di media sosial. Apalagi perkataannya tidak sesuai dengan fakta.

“Kami menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan bukti dan fakta-fakta yang ada sehingga menimbulkan fitnah dan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat,” pungkasnya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA