Take a fresh look at your lifestyle.

Diguyur Hujan Intensitas Tinggi, Beberapa Wilayah Dilanda Banjir

SLAWI, smpantura.com – Intensitas hujan tinggi menyebabkan beberapa wilayah di Kabupaten Tegal dilanda banjir. Antara lain Desa Sidaharja Kecamatan Suradadi, Balapulang Kulon, dan Balapulang
Wetan Kecamatan Balapulang.

Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohman menyampaikan, banjir di Desa Sidaharja, disebabkan meluapnya sungai Cacaban, ketika intensitas hujan tinggi Jumat (11/2) dan Sabtu (12/2).

Ratusan rumah di RT 04-17, RW 05, 06, 07, dan 08 terendam banjir ketinggian air
berkisar 40 sampai 100 sentimeter. “Ada 700 hingga 800 rumah terdampak banjir,” ujar Rohman, Minggu, 13 Februari 2022.

Meski terendam banjir, warga memilih bertahan. Kebutuhan makan dan obat-obatan, telah didistribusikan relawan PMI, BPBD, Dinsos, Puskesmas Jatibogor, TNI, dan Polri menggunakan perahu karet Polair Polres Tegal. Sejumlah kebutuhan mendesak selain makanan, berupa perlengkapan bayi seperti popok sekali pakai.

Banjir di Desa Sidaharja memakan korban satu jiwa. Ahmad Ar Rafiul Qohar (7), warga Desa Sidaharja RT 23 RW 09, Sabtu, 12 Februari 2022 pukul 12.30, korban sedang bermain bersama teman sebayanya. Saat sedang berjalan di lokasi banjir, tidak mengetahui ada selokan. Akhirnya dia terpelosok lalu terbawa arus sekitar 100 meter, sehingga masuk gorong-gorong.

Teman-teman korban memberitahu warga, dan korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kemudian dibawa ke RSUD Suradadi, dan dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, banjir di Desa Balapulang Wetan disebabkan meluapnya air sungai Tegongan dan Kalijimat.

Kepala Desa Balapulang Wetan Suaedi mengatakan, banjir terjadi Sabtu (12/2), menyebabkan enam rumah rusak. Tepatnya di RW 3 (satu rumah), RW 4 (dua rumah), RW 7 (satu rumah), dan RW 8 (dua rumah). Rumah tersebut terletak di bantaran sungai.

“Dari enam rumah, ada tiga yang jebol bagian dapur. Rumah Juhari di RW 03, Mulyono di RW 04, dan Saik di RW 08,” terang Suaedi, Minggu, 13 Februari 2022.

Dia mengungkapkan, banjir melanda wilayahnya cepat surut. Tak hanya masuk rumah, juga menggenangi tempat ibadah, yakni Masjid Al Fatah. Hingga Minggu pagi, masyarakat bergotong royong membersihkan masjid tersebut.

Terpisah Kepala Desa Balapulang Kulon, Acep Vidias menyampaikan, wilayah yang terdampak banjir di RT 02 RW 01, tapat di belakang Polsek Balapulang. Bahkan ada dua rumah mengalami kerusakan bagian dapur. Yakni milik Winarno dan Dukri.

Peristiwa itu dilaporkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Tegal. Banjir mulai melanda daerah tersebut Jumat, 11 Februari 2022 malam. Berlanjut Sabtu, 12 Februari 2022 malam. Banjir disebabkan meluapnya sungai Kumisik, yang kondisinya sudah dangkal. “Kemarin saya usul ke DPU, dilakukan normalisasi sungai Kumisik, agar air tidak meluap,” ucap Acep.

Banjir parah tersebut, tandasnya, baru terjadi tahun ini. Meski cepat surut, tak hanya melanda pemukiman, banjir menerjang SD Balapulang Kulon 03. Dua kali sekolah itu kebanjiran. Bencana yang menimpa warga, menggugah kepedulian kominunitas Lapak Pasmasiwi (Paseduluran Alumni SMA Siji Slawi). Mereka membagikan 328 bungkus nasi kepada warga Desa Duren Sawit, dan Balapulang Wetan.

PMI Kabupaten Tegal membuka dapur umum, guna memasok kebutuhan makanan warga di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, serta warga Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah yang terdampak bencana tanah bergerak. (T04-red)

BERITA LAINNYA