Take a fresh look at your lifestyle.

Dermasuci Mencekam, Rumah Rusak Terus Bertambah Menjadi 17 Unit

SLAWI, smpantura.com – Tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal terus terjadi hingga Senin (7/2) pukul 13.10. Jumlah rumah yang rusak bertambah menjadi 17 unit, dan empat titik jalan yang amblas makin parah. Diperkirakan, jumlah rumah rusak akan terus bertambah seiring intensitas hujan masih tinggi di wilayah tersebut.

Pantauan di lapangan, bencana tanah bergerak yang terjadi sejak Sabtu (5/2) membuat masyarakat bergotong royong melakukan pengurukan tanah. Bahkan, pasukan Ormas Lindu Aji turun ke lokasi bencana dibantu para relawan lainnya. Sementara itu, bantuan bagi korban tanah bergerak itu terus berdatangan, diantaranya dari PMI Kabupaten Tegal dan Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

“Pada saat bencana hari pertama rumah yang rusak sebanyak 10 unit dan empat titik jalan yang amblas. Sampai saat ini, sudah ada 17 rumah dan jalan yang amblas makin parah,” kata Kades Dermasuci, Mulyanto saat ditemui di lokasi bencana, Senin (7/2).

Menurut dia, rumah yang rusak terakhir terjadi pada pukul 13.10 milik Ganto warga RT 01 RW 01. Rumah milik Ganto mengalami kerusakan di bagian dapur yang retak-retak. Selain itu, rumah milik Kapsah warga RT 03 RW 02 yang terpaksa rumah bagian belakang dibongkar pada Sabtu (5/2). Namun, rumah tetap ditempati karena bagian depan masih kokoh.

“Belum ada yang mengungsi, karena rata-rata kerusakan di bagian belakang rumah,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, hujan masih melanda wilayahnya, sehingga pihaknya tetap siaga 24 jam. Dengan kondisi tersebut, dimungkinkan kerusakan rumah akan terus bertambah. Lokasi rawan tanah bergerak di RW 01, 02 dan 04. Sementara itu, jalan yang amblas juga semakian dalam dan melebar.

“Ini siklus lima tahunan, dan kami harapkan agar pemerintah bisa mengantisipasi bencana tanah bergerak di Dermasuci,” terangnya.

Koordinator Jabatan Fungsional Balai Besar Kartini Temanggung, Suryo menuturkan, bantuan yang diberikan berupa alat dapur, perlengkapan anak, makanan siap saji, selimut dan bantuan lainnya. Bantuan tersebut berasal dari Balai Besar Kartini, Balai Besar Soeharso Surakarta dan Perlindungan Korban Sosial Bencana Alam.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tegal Jaenal Dasmin menyampaikan pihaknya masih melakukan assesment di lokasi bencana.

“Anggaran belum, TRC sedang assesment. Kami masih menghitung kerusakan dan kerugian, serta nanti merekomendasi apa yang harus segera dilakukan,” katanya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA