Take a fresh look at your lifestyle.

Dermasuci Dilanda Tanah Bergerak, 10 Rumah Rusak 4 Titik Jalan Amblas

SLAWI, smpantura.com – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Tegal mengakibatkan tanah di sejumlah wilayah Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, kembali bergerak, Sabtu malam (5/2). Kondisi itu menyebabkan sedikitnya 10 rumah rusak dan empat titik jalan penghubung antar RW amblas.

informasi di lapangan, hujan dengan intensitas tinggi dimulai sejak pukul 13.00 hingga malam hari. Tanah bergerak yang diduga akibat tingginya intensitas hujan yang juga disertai angin kencang tersebut, mulai menggerakan tanah sejak sore hari. Warga yang rumahnya berada di bibit tebing atau yang rawan bencana tanah bergerak, mulai mengungsi ke rumah keluarga lainnya. Hal itu yang dilakukan Irma (30) yang rumahnya berada di bibit tebing. Ia bersama anak dan suaminya mengungsi ke rumah orangtuanya, karena kondisi hujan tidak kunjung reda.

“Saya dihubungi orangtua untuk mengungsi, karena kondisi hujan yang disertai angin kencang tidak kunjung berhenti,” kata Irma.

Kendati saat mengungsi belum ada tanda-tanda tanah bergerak, Irma tak mau ambil risiko untuk bertahan di rumahnya. Pagi harinya, Irma mendapati rumahnya sudah rusak dan tanahnya retak-retak. Kondisi tersebut membuat Irma saat ini masih tetap mengungsi di rumah orangtuanya.

“Saya masih khawatir dan belum tahu apa yang akan dilakukan kedepannya,” ujarnya.

Kades Dermasuci, Mulyanto menjelaskan, bencana tanah bergerak kerap melanda wilayahnya. Bahkan, sudah ada puluhan rumah yang direlokasi akibat bencana tersebut. Kali ini, tanah bergerak merusak 10 rumah dan empat titik jalan penghubung RW amblas. Akibat bencana itu, salah satu rumah milik warga terpaksa dibongkar. Rumah ini akan direlokasi ke tempat yang sudah disediakan pemerintah. Sedangkan, jalan yang paling parah amblas berada di RW 5 dengan kedalaman 1,5 meter dengan panjang sekitar 30 meter.

“Kami terus sosialisasi kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan tanah bergerak untuk direlokasi,” katanya.

Ditambahkan, lahan relokasi sudah disediakan pemerintah sejak bencana tanah bergerak beberapa tahun silam. Bahkan, lokasi yang masih berada di desa tersebut sudah dihuni warga lainnya yang direlokasi. Namun, untuk biaya pembangunan rumah relokasi belum tersedia.

“Kami berharap pemerintah daerah, provinsi dan pusat untuk membantu anggaran relokasi,” pungkasnya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA