Take a fresh look at your lifestyle.

Cegah Penyebaran PMK, Perdagangan Ternak di Pasar Hewan Bumiayu Ditutup Sementara

* Ditemukan 84 Kasus Suspek PMK

BUMIAYU,smpantura.com– Perdagangan ternak di Pasar Hewan Bumiayu, Brebes, akan ditutup sementara. Opsi ini diambil Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Ismu Subroto, mengatakan, penutupan akan dilakukan pada Sabtu (28/5) dan Kamis (2/6). Penutupan dilakukan karena pasar yang beroperasi setiap pasaran Wage ini menjadi rujukan para pedagang, setelah pasar hewan di beberapa daerah ditutup.”Kita tutup agar tidak ada pedagang dari wilayah suspek PMK masuk ke Brebes,” kata dia.

Selain itu, lanjut Ismu, PMK sudah terindikasi masuk ke wilayah Brebes. Berdasarkan pemantauan hingga 24 Mei 2022, telah ditemukan 84 kasus suspek PMK.  Jumlah kasus suspek tersebut tersebar di Kecamatan Salem, Brebes, Bulakamba, Ketanggungan, Tonjong, Bantarkawung dan Bumiayu.“Inilah mengapa kita ambil opsi menutup aktivitas Pasar Hewan Bumiayu. Mohon maaf, tapi ini (penutupan pasar) untuk mengoptimalkan pencegahan PMK,” kata Ismu.

Dalam upaya mengoptimalkan pencegahan PMK, Ismu menambahkan, terus dilakukan dengan melibatkan anggota jajaran Polres Brebes. “Kita turun ke kandang-kandang untuk melakukan pemeriksaan serta pengawasan terhadap hewan ternak yang ada di masyarakat, baik itu sapi, kerbau maupun kambing,” ujarnya.

Kepala Pasar Hewan Bumiayu, Ade Chicih Fajarwati, membenarkan penutupan pasar tersebut. Namun, penutupan tersebut hanya dilakukan pada area jual beli ternak besar (sapi, kambing dan kerbau), guna mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sementara untuk lapak pedagang lainnya (selain hewan ternak-red) tetap dibuka.”Kebetulan area perdagangan ternak ini terpisah, berada di sisi selatan pasar. Jadi pedagang lainnya (selain pedagang ternak) tetap bisa berjualan,” kata Chicih. (T06-red)

 

BERITA LAINNYA